Rabu, 19 April 2017

potensi yang dimili manusia

Manusia memiliki potensi yang tak kenal diam.

cinta alloh

Pikiran.
Dalam kehidupan ini, waktu adalah sebuah benteng yang kokoh meskipun tak nampak. Namun ia akan memberikan batasan bagi semua makluk di dunia ini, sehingga mereka semua selalu bekejaran dengan waktu dan islam memberikan waktu bagi manusai dalam ketaatan pada Robb-Nya, ia akan tercampakkan oleh waktu jika ia terlena, ia akan hancur oleh waktu jika tidak memanfaatkanya. Yaaa, karena waktu sellau berjalan dan bergerak tak kan ernah berhenti sampai nanti menemui garis akhir, kiamat dan yaumul hisab.

Bukan hanya waktu yang memiliki tabiat terus berjalan. Pikiran manusia pun demikian. Tak ada pikiran manusia yang stagnan atau diamsaat terjaga. Ia pasti menjelajah, ia mengembara atau memikirkan hal-hal yang disengaja ataupun tidak. Jika kita secara sadar tidak menggunakan pikiran kita untuk memikirkan keagungan penciptaan Alloh Azza Wa Jalla, merenungkan ayat-ayat Qur’aniyah, merencanakan hal-hal yang bisa mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, menghafal dan menganalisa ilmu-ilmu yang bermanfaat dan semisalnya, maka pikiran akan tetap sanja ‘bergebtayangan’. Secara reflek akan hadir lintasan-lintasan pikkiran. Apakah berupa lamunan dan khayalan, atau bisa jadi berupa cetusan ide buruk yang besar kemungkinan dibisikkan oleh syetan.
Allah berfirman:

dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan (ide) yang indah-indah untuk menipu (manusia)”. (QS.al-An’am:112)

Padahal, bermula dari cetusan dan lintasan pikiran manusia bergerak dan berbuat. Jika yang terlintas dalam pikiran adalah suatu kebaikan, keutamaan, kemanfaatan, maka hasilnya adalah perbuatan yang mendatangkan kemaslahatan, begitupun sebaliknya. Karenanya, ulama klasik Abul Wafa Ali Ibnu Uqil, penulis kitab Al-Funuun selalu mengarahkan pikiranya kepada hal-hal yang bermanfaat. Beliau mngatakan, “sesungguhnya aku tak ingin membiarkan diriku membuang-buang waktu meski hanya sesaat dalam hidupku. Sampai-sampai apabila lidahku berhenti ber dzikir atau berdiskusi, pandangan mataku juga berhenti membaca, segera aku mengaktifkan pikiranku kala beristirahat sambil berbaring. Ketika aku bangkit, pasti sudah terlintas sesuatu yang akan kutulis”. {Al-Muntazham, Ibnu Al-jauzi}

Betapa pentingnya berfikir positif, hingga banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang menganjurkan kita untuk menggunakan pikiran untuk hal yang bermanfaat. Dan banyk pula ayat yang berupa teguran, peringatan atau bahkan celaan bagi orang yang tidak memanfaatkan pikiranya. Baik dengan kalimat “afala ta’qiluun..., afalaa tatafakkaruun.., afalaa tubsiruun.. dan seemisalnya.

Jasad/Raga/Badan.
Potensi yyang sangat besar tersebut sangat sulit untuk diam, yakni aktifitas jasad. Selagi ia masih hidup , sekecil apapun gerakan, pasti ia akan beraktivitas . dan gerak – gerak itulah yang mengejawantahkan / mengekspresikan gagasan pikiran, atau ungkapan hati dan perasaan. Dari mulai kerlingan mata, sentuhan  tangan, langkah kaki, ucapan lisan dan anggota tubuh yang lain akan terus bergerak. Ada aktivitas yang mendatangkan faedah, ada juga yang sekedar iseng dan ada pula bahkan aktivitas yang merugikan diri sendiri. Cukuplah manusia dikatakan rugi jika dia tidak sedang bergerak untuk sesuatu yang mendatangkan manfaat untuk dirinya. Kelak, masing-masing anggota anggota badan akan diminta pertanggungjawabanya di sisi Alloh dan masing – masing akan menjadi saksi atas apa yang telah manusia perbuat di dunia.
Alloh berfirman:
الىؤ م  نختم على افؤا ههم ؤ تكلمنا ا ىد ىهم ؤ تشهد ا ر جلهم بما كا نؤا ىكسبؤان
Pada hari  ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan  mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. (QS. Yaasin:65)


Nafsu.
Ada lagi potensi yang dimiliki manusai yang tak pernah berhenti beraktifitas yakni nafsu. Karakter nafsu itu ‘anfasa’ selalu berhembus. Ia tak pernah netral atau diam. Jika akal sehat manusia yang dibimbing oleh wahyu mengendalikannya, maka ia kan takluk mengikuti hembusan menuju ketaatan. Namun jiika tudak dikendalikan, nafsu akan mencari arah sendiri yang sesuai dengan tabiat asalnya, yakni  “ان انفس لاامارت بثؤ”{inna an-nafsa la-ammaaratun}, sesungguhnya nafsu itu cenderungkepada keburukan. Atau nafsu akan diperalat oleh setan, karen anfsu adalah ‘متهىتس سىطن‘{mathiyyatusy syaitan}, kendaraan setan untuk masuk ke dalam hati manusia dan mengobrak-abrik kekayaan iman di dalamnya.

Maka benarlah ungkapan, “nafsu itu jika anda tidak menyibukkan  ia dengan kebaikan, maka nafsu akan menyibukkan  anda dengan kemaksiatan”.

Maka, kata kunci bagi kesuksesan manusia dalam hal ilmu, kemampuan, kebahagiaan dunia maupun akhirat tergantung bagaimana menggunakan segala potensi yang terus berjalan dan tak kenal diam. Perolehan akhirnya sepadan dengan usahanya dalam memanfaatkan waktu, mengerahkan pikiran, memberdayakan tenaga dan bagaimana kegigihanya dalam mengendalikan nafsu yang terus aktif bergerak. Semoga Alloh memasukkan kita ke dalam golongan orang –orang yang beruntung.

Kata mutiara:
JIKA WAKTU TIDAK DIGUNAKAN UNTUK
HAL – HALA YANG BERMANFAAT DAN BERNILAI TAAT
MAKA WAKTU MENYEDIAKAN

PELUANG UNTUK MAKSIAT. 


Sabtu, 15 April 2017

belajar blog,


belajar membuat blog, atau juga sering disebut dengan nama ngeBLOGGER..!!!
iya... sudah sering tentu untuk didengan dan dibicarakan bagi beberapa anak muda.
yang terutama mereka yang mereka berada pada bangku perkuliahan dan sering mendapatkan tugas dari dosen tentang artkel.
atau juga sering dialami oleh anak - anak muda yang suka dan hobby dengan Internet terutama pada bidang nulis dan berkarya hehe
heheee
ayuk kita mulai ulas.
di sini... 
banyak yang tanya 
"Mas, ajarin ngeblog dong!"
"Mas, blogitu apa sih. dan gimana sih caranya ngeblog?"
"Mas, pingin bisa loo gimana yaa ya?"
juga ada yang bertangya, "mas, aku ini ada tugas loo dari dosen. suruh buat blog, tapi aku belum bia dan belum diajari samadosenya bisa minta ajari? 
Di atas adalah pertanyaan-pertanyaan yang paling sering saya dapatkan melalui email, facebook, SMS, WhatsApp, BBM, dan apa aja.
Jujur saya agak bingung ketika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena untuk menjawabnya nggak cukup hanya dengan satu atau dua kalimat aja, tapi butuh panduan super lengkap dari awal sampai akhir.
Nah itulan alasan kenapa saya membuat postingan ini. Pada postingan ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman saya selama menjadi seorang blogger khusus untuk sobat yang mungkin mempunyai pertanyaan yang sama seperti di atas.
Apa yang saya tulis di bawah ini adalah hasil dari apa yang saya pelajari selama lebih dari 4 tahun ngeblog. Meskipun belum bisa dibilang berpengalaman banget, tapi nggak ada salahnya jika saya membagikan apa yang sudah saya pelajari.
Tanpa banyak kata, silakan baca dari awal sampai akhir.
Jika sobat bener-bener baru dalam dunia blog, maka kemungkinan sobat masih belum begitu paham apa itu blog.
Di internet sebenernya sudah banyak artikel-artikel yang membahas apa itu blog, tapi di sini saya akan memberikan penjelasan gampangnya saja.
Blog adalah satu dari sekian banyak jenis website yang ada di internet.
Contoh jenis website yang ada di internet adalah:
  • Portal berita (contohnya: detik.com, kompas.com, dll.)
  • Social Networking (contohnya: facebook.com. twitter.com, dll.)
  • Search Engine (contohnya: google.com, yahoo.com, dll.)
  • Forum (contohnya: kaskus.co.id, ads.id, dll.)
  • Toko Online (contohnya: bhinneka.com, lazada.co.id, dll.)
  • BLOG (contohnya: SUGENG.ID, SUGENG.ID, SUGENG.ID, DLL.)
  • DLL.
Terus apa bedanya blog dengan jenis website yang lain?
Jawabannya: BEDANYA BANYAK…
Satu hal yang paling membedakan antara blog dengan jenis website yang lain adalah fungsi dari blog itu sendiri.
Fungsi utama dari blog pada awalnya adalah untuk memudahkan orang menulis catatan pribadi di internet.
Tapi saat ini blog sudah memiliki banyak fungsi. Mulai dari sebagai tempat catatan pribadi, tempat berbagi opini dan informasi, untuk keperluan politik, sampai untuk keperluan bisnis.
Belajar Ngeblog untuk Pemula
Sekarang mungkin sobat bertanya-tanya:
Apa yang bisa saya dapatkan jika saya ngeblog?
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa sobat dapatkan jika menjadi seorang blogger :
1. Menjadi seorang penulis hebat
Jujur saja, awal pertama kali saya mengenal blog saya termasuk orang yang tidak begitu bisa menulis. Untuk sekedar menulis satu kalimat saja saya begitu kesulitan.
Hal yang wajar mengingat latar belakang saya dulu memang bukan orang yang bependidikan, hanya tamatan SMP yang gak pinter-pinter amat, masih pinteran si amat tetangga sebelah.
Tapi semenjak menjadi seorang blogger, Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya mulai bisa menulis dengan lancar. Meskipun tidak bisa dibilang bagus, tapi menurut saya itu sudah sangat luar biasa.
Nah jika sobat sendiri adalah orang yang hobi menulis, maka saya yakin jika sobat ngeblog kemampuan menulis sobat akan meningkat dan bukan tidak mungkin bisa menjadi seorang penulis yang hebat.
2. Membantu orang lain
Manfaat ngeblog juga bukan sekedar untuk kita sendiri, karena dari blog kita juga bisa membantu orang lain dengan pengetahuan ataupun ilmu yang kita miliki.
Nggak ada hal lain yang lebih menyenangkan dari ngeblog selain bisa membantu sesama.
3. Membangun kepercayaan di internet
Ketika kita bisa membantu sesama melalui blog maka kita akan diberi kepercayaan oleh pembaca blog kita karena telah memberikan informasi yang berguna bagi mereka.
Memang apa sih pentingnya kepercayaan?
Saya yakin sobat tahu jika dunia online semakin berkembang. Pengguna internet setiap hari terus bertambah dan semakin banyak orang-orang yang mulai mengembangkan bisnisnya ke dunia online.
Salah satu kunci kesuksesan bisnis online adalah kepercayaan. Nah, blog adalah tempat yang tepat untuk membangun kepercayaan tersebut.
4. Membangun Jaringan
Manfaat lain adalah kita bisa dengan mudah membangun jaringan melalui blog. Jika blog kita secara konsisten diisi dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat sesuai dengan keahlian kita, maka akan semakin banyak pembaca setia yang rajin mengunjungi blog kita.
Jika kita sudah punya kepercayaan dan juga jaringan yang luas di internet, maka akan sangat mudah untuk mengembangkan bisnis di internet.
5. Menghasilkan Uang
Yang terakhir tentu saja bahwa blog juga bisa menjadi tempat sumber penghasilan. Bagaimana caranya? akan saya jelaskan lebih detail di bawah.
6. Masih banyak lagi…
Memulai Ngeblog
Memulai ngeblog itu sebenarnya sangatlah mudah, tapi kebanyakan orang dibuat bingung oleh dirinya sendiri.
1. Tentukan tujuan
Apakah tujuan ngeblog itu penting? Sangat penting. Jika kita tidak memiliki tujuan maka sudah pasti blog kita nantinya akan tidak jelas arah tujuannya akan kemana, dan kita juga menjadi tidak konsisten dalam mengurus blog kita.
Ngeblog itu butuh waktu, tenaga, dan pikiran. Jangan sampai semuanya terbuang sia-sia karena tidak memiliki tujuan yang jelas.
2. Tentukan topik
Pilihlah topik yang benar-benar sobat minati sesuai dengan hobi atau keahlian sobat. Jika sobat memilih topik yang sobat sendiri tidak begitu suka, maka blog sobat tidak akan bertahan lama.
3. Pilih layanan ngeblog
Banyak sekali layanan yang dapat kita gunakan untuk ngeblog, seperti Blogger.comWordPress.comTumblr.com, dan lain sebagainnya. Semuanya punya kelebihan serta kekurangannya tersendiri. Tapi menurut saya Blogger.com adalah pilihan tepat buat sobat. Selain karena gratis, blogger.com sangat mudah digunakan untuk pemula.
Silakan kunjungi DI SINI untuk membaca tutorial ngeblog di blogger.com.
4. Mulai menulis
Jika sobat sudah memiliki blog maka yang paling penting adalah mengisi blog sobat dengan tulisan. Mulailah menulis apa saja yang ingin sobat tulis sesuai dengan topik yang sudah sobat tentukan.
5. Mempercantik blog
Hal yang sebenernya tidak begitu penting dilakukan oleh blogger pemula tapi gak ada salahnya kalo dilakukan asal tidak berlebihan.
Sobat bisa mengganti template atau tampilan blog sobat dengan yang lebih bagus, memasang widget-widget agar semakin indah dipandang, dan lain-lain. Tapi ingat! jangan berlebihan karena kebanyakan blogger pemula ketagihan gonta-ganti template atau tampilan yang akhirnya hanya membuang-buang waktu.
Kesalahan Blogger Pemula
Setelah sobat tahu bagaimana memulai ngeblog, maka sebaiknya sobat menyimak beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh blogger pemula agar sobat tidak perlu melakukan hal yang sama berikut ini:
1. Terlalu sibuk dengan tampilan
Seperti yang sudah saya singgung sedikit di atas, kesalahan yang hampir dilakukan oleh kebanyakan blogger pemula adalah terlalu sibuk dengan tampilan blog. Gonta-ganti template, pasang-copot widget, dll.
Memiliki tampilan blog yang keren memang bagus, tapi yang akan membuat blog sobat menjadi besar dan dikenal banyak orang bukanlah karena tampilan, tapi karena konten sobat sobat sajikan di blog.
2. Mementingkan kuantitas daripada kualitas
Blogger pemula biasanya berlomba-lomba untuk mengisi blognya dengan tulisan sebanyak mungkin dengan harapan bisa dengan cepat mendapatkan banyak pengunjung tanpa mempedulikan apakah postingannya hasil nulis sendiri atau hasil jiplak tulisan blogger lain.
3. Terlalu banyak membaca informasi tapi minim praktek
Sebagai seorang blogger pemula biasanya rasa keingintahuannya sangat besar. Baca ini baca itu sampai kepalanya penuh dengan informasi dan bingung yang mana yang harus dipraktekan.Lebih baik sedikit informasi tapi benar-benar dipraktekan daripada kebanyakan informasi tapi sama sekali tidak digunakan.
4. Tidak konsisten
Di awal-awal sangat rajin mengupdate posting secara rutin setiap hari, tapi setelah itu tiba-tiba menghilang entah kemana. Mengupdate blog secara rutin memang sangat bagus, tapi konsistensi menurut saya jauh lebih penting.
5. Membahas terlalu banyak topik
Apakah masalah kalo membahas banyak topik? sama sekali tidak. Tapi yang pasti blog sobat akan sulit berkembang, tidak memiliki keunikan, tidak memilki jati diri, dan akan sulit mendapatkan pembaca setia.
6. Terlalu terobsesi dengan statistik blog
Seorang blogger pemula biasanya akan sangat rajin mengecek jumlah pengunjung, ranking alexa, pagerank, dan lain sebagainya. Sehari bisa mengecek sampai ratusan kali. Padahal hal tersebut tidak akan membantu menambah jumlah pengujung blog sobat dan hanya akan membuang-buang waktu.
7. Membuat terlalu banyak blog
Jujur cukup blogger-blogger yang sudah berpengalaman yang mengelola banyak blog, puluhan bahkan sampai ratusan. Tapi khusus bagi pemula sangat tidak disarankan membuat terlalu banyak blog karena akan membuat tidak fokus.
Meskipun sobat bukan lagi pemula saya rasa mengelola banyak blog bukanlah sebuah keharusan. Semua tergantung dari tujuan sobat. Jika sobat ingin membuat blog agar bisa populer dan bertahan lama, maka tidak ada alasan untuk mengelola banyak blog.
8. Terlalu berambisi mendapatkan uang secara cepat
Tidak bisa dipungkiri banyak blogger yang memulai ngeblog karena ingin mendapatkan uang. Mereka beranggapan mendulang uang dari blog bisa dilakukan dalam waktu semalam, padahal tidak demikian. Butuh waktu, usaha dan konsistensi.
Saya sendiri baru bisa menghasilkan uang setelah dua tahun ngeblog. Waktu yang cukup lama memang mengingat saya memulai benar-benar dari nol. Sobat mungkin bisa lebih cepat atau lebih lama. Yang jelas butuh waktu, usaha dan konsistensi.
9. Tidak memanfaatkan mesin pencari Google dengan maksimal
Jangankan cuma masalah blog, informasi apapun bisa kita temukan dengan mudah di google. Jadi manfaatkanlah Google dengan baik untuk belajar ngeblog.

udah dulu yaaa..?
semoga memberi manfaat, jangan lupa belajar terus yaaaa...

Jumat, 13 Januari 2017

David Easton; Aanalisis Sistem Politik, Teori Politik

[1]TEORI

1.      Davi Easton, Analisis Sistem Politik

Analisis sistem politik[2].
Dalam artikelnya yang terkenal ini Profersor Easton mengusulkan suatu metode untuk menganalisis berbagai sistem politik. Yaitu dengan menelaah sistem – sitem politik berdasarkan ciri-ciri dasar seperti: (1) unit –unit yan membentuk sistem itu dan luasnya batas – bastas pengaruh sistem itu, (2) “input” dan “output” dari sistem yang tercermin dalam keputusan – keputusan ynag dibuat (output) dan proses pembuatan keputusan (imput) diadalam sistem tersebut, (3) jenis dan tingkatan diferensisai dalam sistem tersebut, dan (4) tingkat intregasi sistem politik yang mencerminkan tingkat efesiensinya. Dalam menganalisa berbagai kompnen ini Profesor Easton menawarkan kepada kita suatu metode untuk memmahami dan memperbandingkan berbagai sistem politik.

I.                    Beberapa ciri sistem politik
      Studi politik berusaha memahami bagaimana keputusan2 yang otoritatif atau sah dibuat dan dilaksanakan dalam suatu masyarakat. kita dpat berusaha memehaimi kehidupan politik dengan melihat segi2nya astupersatu. Lita bisa menyelidiki fungsinya lembaga2 politik seperti manipulasi, propaganda, dan kekerasan. Kita dapat meneliti struktur empat terjadinay praktek2.ini. dan dengan menggabungkn hasil2 penyelidikan itu kita memperoleh suatu gambaran kasar tentangg apa yang terjadi dalam setiap unit politik.
      Dalam menggabungkan hasil2 penyelidikan itu secara implisit terkandung pengertian bahwa masing2 bagian dari area politik ynag lebih besar itu tidak berdiri sebdiri2 tetapi saling bekaitan satu-sama lainya, atu tegasnya , bahwa berfungsi satu bagian tidak akan dapat dipahami sepenuhnya tanpa memperhatikan cara berfungsinya keseluruhan bagian2 itu sendiri. Telah saya sebutkan dalam buku saya The Political System, bahwa sangat penting untuk menerapkan asusmsi implisit ini sebagai pangkal tolak berfikir dalam melaksanakan penelitian , dan untuk memandang kehidupan politik sebagai suatu sistem kegiatan2 yang saling berkaitan.
      Sekali kita membahas kehidupan politik sebagai suatu sistem kegiatan, maka timbul beberapa konsekuensi dalam hal cara yang dapat kita pakai untuk menganalisa bekerjanya suatu sistem. Ide utama dalam suatu sistem menyatakan bahwa kita dapat memisahkan kehidupan politik dari kegiatan sosial lainya, paling tidak demi tujuan analisa, dan melihatnya seolah2 segai suatu kumulan tersendiri yang dikelilingi oleh, tetapi dapat dibedakan dnegan mudah dari, lingkungan didalam mana ia bekerja. Seperti halnya ahli astroonomi yang menganggap sistem tata surya sebagai kejadian yang kompeleks yang demi tujuan tertentu dipisahkan dari kehidupan jagad-raya lainya.
      Selanjutnya, bila kita berpegang pada anggapan bahwa sistem tingkah laku politik merupakan suatu unit tersendiri, maka akan terlihat bahwa ynag menjamin terus bekerjanya sistem itu adalah berbagaimacam imput. Imput2 ini dibuat oleh proses2 yang terjadi didalam sistem itumenjdadi output dan selanjutnya output2 ini menimbulkan pengaruh terhadp sistem itu sendiri maupun terhadp lingkungn diman sistem itu berada. Rumusan ini sngt sederhana tetapi juga cukup memadai untuk menjelsakan berbagi hal: imput – sistem atau proses politik – output. Rumus ini bisa dipakai sebagai pendekkatan dlam mempelajari kehidupan politik.
      Sebagai suatu sistem , tentu sistem politikk memiliki ciri2 tertentu . untuk memberikan gambaran ynag menyeluruh tentang pendekatna ini, saya akan menunjukkan lebih dahulu ciri2 utamanya dengan keternagn sekedarnya.
1.      Ciri2 Identifikasi.
            Untuk membedakan suatu sistem politik dari sistem2 sosial lainya, kita harus bisa mengidentifikasinya dengan menggambarkan unit2 dasarnya dan membuat garis batas yang memisahkan unit2 itu dari unit2 yang ada di luar sistem politik itu.
a.       Unit2 sistem politik.
      Unit2 adalah unsur2 yang membentuk suatu sistem. Dalam sistem politik, unit2 ini berwujud tindakan2 yang menbentuk perana2 politik dan kelompok2 politik.
b.      Perbatasan.
      Beberapa dari pertanyaan yang paling penting berkenaan dnegn fungsi sistem politik hanya dapat dijawab  bila kita memahami fakta bahwa suatu sistem selalu berada dalam atau dikelilingi oleh lingkungan berupa sistem2 lain,. Tidak ada sistem yang hidup dalam lingkungan yang kosong. Cara berfungsiya suatu sistem sebagian merupakan perwujudan dari upaya untuk menanggapi keseluruhan  lingkungan sosial, biologis, dan fisiknya.
      Maslah khusus yang kita hadapi adalah bagaimana membedakan secara siste matik anatara suatu sistem politik dengan lingkungnya. Namun tidak usah terlalu bingung, yang dimaksud dengan yang termasuk dlam sistem politik adala semua tindakan yang lebih kurang langsung berkaitan dengan pembutan keputusan2 yang mengikkat asyarakat, dan setiap tindakan sosail yang tidak mengandung ciri tersebut tidak termsuk dalam sistem politik, sehingga secara otomatis akan dipandang sebagai variabel eksternal di dalam lingkungan sistem tersebut.

2.      Input Dan Output.
            Bisa dipastikan bahwa bila kita memilih sistem politik sebagai saasaran studi kasus, kita melakukan itu karena kita percaya bahwa sistem politik memiliki konsekensi2 yang penting bagi masyarakat, yaitu keputusan otoritatif. Konsekuesi2 inilah yang saya sebut output. Bila kita menilai bahwa istem2 politik tidak mempunyai output yang penting bagi masyarakat, barangkai kita tidak akan tetarik untuk menelitinya.
            Untuk menjamin tetap bekerjanya suatu sistem diperlukan ipur2 secara ajeg. Tanpa imput sistem itu tidak akan dapat berfungsi, tanpa output kita tidak dapat mengidentifikasikan pekerjaan ynag dikerjakn oleh sistem itu. Dlam hal ini ynag perlu dteliti lebih lanjut adalah bagaimana mengidentifikasikan imput2 dan kekuatan2 yang mebentuk dan merubah imput2 itu, mrnrlusuri proses2 yang mentransformasikan imput2 itu menjadi output2, menggambarkan kondisi2 umum yng dapat memelihara proses2 itu, dan menarik hubungan antara output2 dengan input2  berikutnya dalam sistem tersebut.
             Dari sudut pandang ini, banyak yang dapat dijelaskan mengenai bekerjanay asuatu sistem politik bila kita memperhatikan fakta bahwa banyak hal yang terjadi didalam suatu sistem merupakan akibat dari upaya angota2 sitem tersebut untuk menanggapi lingkungnya yang selalu berubah. Kita denganm mudah dapt memahami ini bila kita memperhatikan suatu sistem biologis yangkita kenali seperti organisme tubuh manusia. Organisme ini selalu menerima tekanan dari lingkunganya dan dengan keadan lingkungan itu. Sudah tentu bahawa sebagian, cara bekerja organisme tubuh merupakan tanggapanya terhadap kebutuhan2 yang dituntut oleh ahkekat anatomis dan fungsi daam dirinya, tetapi sebagaiaan besar, dalam rangka memahami strukturnya maupun bekerjanayaa tubuh manusia.
            Perilaku setiap sistem politik, seperti halnya organisme tubuh manusia tersebut, sampa tingkat tertenntu juga merupakan tenggapan terhadap struktur dan kebutuhan2 unternalnya sendiri. Tetapi perilakunya itu  juga mend=cerminkan tanggapan terhadap tekanan2 dari lingkungan tempat sistem itu bekerja. Bisa diperdebakan bahawa sebagian besar perubahan2 penting dalam suatu sistem poliyik berasal dari perubahan2 diantara variabel 2 eksternalnya.

3.      Diferensisai Dalam Suatu Sistem.
            Seperti akan kita liahat nanati, laingkunagn itu akan memberikan suatu energi untuk mengaktifkan suatu sistem serta informasi tentang arah penggunaan enerji. Dengan cara ini suatu sistem dapat melakukan pekerjaanya. Dan sistem iyu mengahasilkan suatu jenis output yang berbeda dengan input yang diperolehnya dari lingkunganya. Sehingga kita bisa memakainya sebagai hipotesa bahwa bila suatu sistem politik harus menjalankan suatu pekerjaaan yang bermacam2 tetapi dala waktu terbatas, maka strutur2nya harus mengenal diferensi minimal. Kenyataanya, secara empiris tidak mungkin ditemukan suatu sistem politik dimana unit2nya mengerjakan kegiatan2 yang sama pada wakt yang sama. Angota2 dari suatu sistem paling tidak mengenal pembagian kerja minimal ynag memberikan suatu strutur tempat berlangsungnya kegiatan2 itu.

4.      Integrasi Dalam Suatu Sistem.
            Fakta tentang diferensiasai ini membukakan suatu wilayah yang luas bagi penelitian sistem2 politik. Diferensissi struktura ini mengatur kekuatan2 yang selalu berubah yang secara potensial merusakkan integrasi sistem itu. Bila dua atau beberapa unit2 sedang melakukan kegiatan2 ini bisa mengahsilkan suatu artikulasi ynagberarti bila anggota 2 sistem teratur dan tidak tertib dalam menghasikan output yang tidak menyangkut kepentingan kita? Kita dapat mengajukan hipotesa bahwa bila suaatu sistem berstruktur ingin mempertahankan dirinya, sistem itu harus memiliki mekanisme yang bisa mengintergasi atau memaksa anggota 2nya untuk bekerja walaupun dalam kadar minimal sehingga mereka dapat membuat keputusan2 yang otoritatif.

II.                 Input: tuntutan
Adan 2 jenis pokok imput2 suatu sistem politik: yaitu tuntutan dan dukungan. Imput2 inilah yang memberikan bahan mentah atau informasi yang harus diproses oleh sistem itu, dan juga enerji yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sistem itu.
Alasan mengapa suatu sistem politik terbentuk dalam suatu masyarakat yaitu, mengapa orang melibatkan didri dalam keggiatan politik, adalahadanya tuntutan2 dari orang2 atau kelompok2 dalam masyarakat tersebut yang tidak semuanya dapat dipenuhi dengan memeuaskan. Ada suatu fakta yang mendominasi kehidupan politik semua masyarakat: yaitu kelangkaan akan sebagian besar hal2 atau benda2 yang bernilai tinggi. Bebrapa dari tuntutan akan hal2 yang relatif langka itu tidak pernah masuk dalam sistem politik sebelum dipenuhi mealui perundingan2 peribadi dari atau penyelesaian2 oleh orang2 yang terlibat didalamnya. Tuntutan akan prestis bisa memperoleh pemuasan melalui hubungan status di dalam masyarakat: tuntutan akan kekayaan bisa dipenuhi sebagian melalui sistem ekonomi, keinginan memiliki kekauasaan bisa diperoleh mealalui jalan pendidikan, pergaulan, organisasi buruh, atau organisasi2 swastalainya. Bila tuntutan2 atau kehendak2 dalam masyarakat maka tuntutan2 itu telah menjadi imput2 bagi sistem politik.
Penelitian yang sitematis tentang tuntutan2  mengantarkan kita untk memperhatikan beberapa pertanyaan pokok.
1.)    Bagaimana tuntutan2 itu timbul dan mendapat ciri khusus dalam suatu masyarakaat? Dalam menjawab pertanyaan ini kita dapat menunjukkan bahwa tuntutan2 itu timbul dari dua bidang pengalaman.: yaitu lingkungan disekitar sistem itu, atau didalam sistem itu sendiri. Untuk masing2 kita sebut saja tuntutan eksternal dan tuntutan internal.
Pertama mari kita liahat tuntutan eksternal. Lebih baik kita memandang lingkunagn itu bukan sebagai kumpulan kejadian2 campur baur, tetai menandanag sebagai sistem 2 yang dengan mudah bisa dibedakan satu sama lain, dan mudah pula dibedakan dengan sistem politik itu. Dalam lingkungan itu kita temui berbagai sistem seperti ekologi, ekonomi, kebudayaan, kepribadian, struktur sosisial, dan demografi. Masing2 sistem ini merupakan suatu kumpulan besar variabel2 dalam lingkungan tersebut yang membantu atau mempengaruhi pembentukan jenis tuntutan yang masuk kedalam suatu sistempolitik.
Anggota2 dalam setiap masyarakat bertindank atau bertingkah laku di dalam kerangka dari suatu budaya yang membentuk suatu tujuan2 umum maupun khusus mereka dan prosedur2 yan oleh mereka dianggap harus diterapkan untuk mencapai tujuan itu. Setiap kebudayaan mendapatkan sifat uniknya sebagian dari fakta bahwa kebudayaan itu menekankan satu apa beberpa segi perilaku khusus, dan penekanan strategis inilah yang membedakannya dari kebudayaan2 lainya dalam hal tuntutan2 yng diajukanya. Beberapa kebuadayaan sangat menekankan segi ekonomis, keberhasialan ekonomi, kebebasan individu, dan efesiensi rasional. Beberapa kebudayaan lainya menekankan pemelihraan harmoni, walaupun proses pencapaian tujuan ini berarti mengorbankan tujuan efesiensi dan rasionalitas. Beberapa yang lain menekankan mencari kekuasaan dan prestise. Kebudayaan itu mengandung patokan2 nilai dalam suatu masyarakat dan karena itu menandai batasan2 wilayah konflikpotensial, bila hal yang bernilai itu tersedia dalam jumlah lebih sedikit dibanding tuntutan yang ada. Tuntutan2 khusus yang ingin masuk kedalam proses politik harus memperhatikan maslah2 yang menimbulkan konflik yang dianggap penting oleh kebudayaan itu. Karenanya kita tidak dapat berharap bisa memahami sifat tuntutan2 yang memerlukan penyelesaian politik bila kita tidak siap menjelajahi secara sistematik dan insentif hubungan tuntutan2 itu dengan kebudayaan yang ada. Dengan beberap perubahan, kebudayaan seperti yang saya maksudkan itu berpengaruh juga pada bagian2 lain dari lingkungan disekitar suatu sistem politik.
Tetapi tidak semua tuntutan2 berasal dari, dan sebagian besar berada dalam lingkungn itu. Jenis tuntutan2 penting berasal dari situaasi ynag terjadi didalam suatu sistem politik. Dalm setiap sistem yang  berjalan, secara khas tuntutan2 bisa timbul dengan tujuan merubah hubungan2 politis di antara anggota2 itu sendiri, sebagai akibat dari ketidak puasan atas hubungan2 itu. Misalnya, dalam suatu sistem politik berdasar perwakilan, dimana perwakilan setara merupakan perwakilan diantara distrik2 pemilihan kota dan desa. Juga, tuntutan2 untuk merubah proses pengangkatan pemimpin2 politik formal, perubahan cara amandemen konstitusi, dan tuntutan lain serupa itu mungkin merupakan tuntutan2 yang merupakan perwujudan inspirasi di dalam sitem politik.
Sangat perlu bagi kita untuk membedakan tuntutan internal ini dari tuntutan eksternal karena ia bukanlah imput yang dimasukkan kedalam sistem itu tetapi merupakan sesuatu yang timbu di dalam sistem itu sendiri “Withinput”. Dan karena konsekuensi2 yang ia timbulkan terhadap ciri suatu sistem politik lebih langsung daripada yang ditimbulkan oleh tuntutan eksternal. Selanjutnya, bila kita tidak menyadari adanya perbedaan dalam kedua jenis tuntutan ini, tidak mungkin kita bissa mmeahami munculnya suatu kumpulan tuntutan2 internal, karena hanya mmeperhatikan lingkungan yang mengelilingi sistem itu saja.
2.)     Bagaiman tuntutan2 itu dirubah menjadi issue2 politik? Apa yang menentukan sehingga suatu tuntutan menjadi suatu masalah yang menimbulka diskusi politik yang serius atau tetap merupakan sesuatu yang harus diselesaikan secara pribadi diantar anggotamasyarakat sednriri? Timbulnya suatu tuntutan, baik internal maupun eksternal, tidak begitu saja akan menjadi issue politik. Bnayak tuntutan yang mati begitu diajuakan atau pengajuanya seret dan bertele2 karena hanya didukung oleh golongan masyarakat yang kurang berpengaruh dan tidak pernah bisa masukke dalam tingkt pembuatan keputusan. Sedang tuntutan yang lain mungkin menjadi issue. Jadi issue adalah suatu tuntutan yang oleh anggota2 masyarakat ditanggapi dan dianggap sebagai hal yang penting untuk dibahas melalui saluran2 yang diakui dalam sistem itu.
Pembedaan antara tuntutan dan issue menimbulkan sejumlah masalah. Bila kita ingin memahami proses perubahan tuntutan menjadi issue, kita memerlukan data lebih lanjut. Sebagai contoh, kita perlu mengetahui hubungan antar suatu tuntutan anatra satu tuntutan dengan lokasi dari pencetusnya atau pendukungnya dalam struktur kekuasaan dalam masyarakat tersebut, pentingnya kerahasiaan dibanding dengan publisitas atauketerbukaan dalam mengajukan tuntutan, maslah waktu diajuakanya tuntutan itu, pemilikan kecakapan atau pengetahuan politik, penguasaan saluran komunikasi, sikap dan suasanapemikiran masyarakat, dan gambaran yang dimiliki oleh pencetus tuntutan itu mengenai cara kerja sistem politik tertentu. Jawaban atas masalah2 ini mungkin merupakan suatu indeks pengubah atau konversi yang mencerminkan perobabilitas bagi suatu kumpulan tuntutan untuk bisa dirubah kedalam issue politik yang hidup.
Bila kita berasumsi bahwa ilmu politik terutama berkaitan dengan maslah cara pembuatan2 keputusan yang otoritatif dalam suatu masyarakat, maka tuntutan2 itu memerlukan perhatian khusus sebagai jenis imput utama bagi sistem politik. Telah saya nyatakan bahwa tuntutan mmepengaruhi perilaku suatu sistem dalam berbagai cara. Tuntutan itu merupakan suatu bagian penting dari bahan dasar yang diperlukan untuk bekerjanya suatu sistem. Tuntutan itu merupakan salah satu sumber timbulnya perubahan dalamsistem politik, karena berubahnya lingkungan menyebabkan timbulnya enis2 imput-tuntutan yang baru. Juga, tanpa mmeperhatikan asal-usul dan faktor2 penentu tuntutan kita akan mengalami kesulitan untuk menelaah bekerjanya suatu sistem politik pada saat tertentu maupun perubahan2 yang dialami suatu sistem politik dalam suatu interval waktu tertentu. Baik, sifat statik maupun dinamik historik dari suatu sistem politik bergantung pada pemahaman yang terperinci tentang tuntutan2 yang ada, terutama pengaruh lingkungan luar sistem politik terhadap tuntutan2 itu.

III.               input: dukungan
imput2 berupa tuntutan saja tidak memadahi untuk keberlangsungan kerja suatu sistem politik. Input tuntutan itu hanyalah bahan dasar yang dipakai untuk membuat produk akhir, yang disebut keputusan. Untuk tetap menjaga keberlangsungan fungsinya, sistem itu juga mmeerlukan enerji dalam bentuk tindakan2 atau pandangn2 yang memajukan dan merintangi suatu sistem plitik, tuntutan yang timbul di dalamnya, dan keputusan2 ynag diahasilkannya ynag disebut (Support). Tanpa dukungan, tuntutan tidak akan bisadipenuhi atau konflik mengenai tujuan tidak akan terselesaikan. Bila tuntutan ingin ditanggapi, anggota sistem yang memperjuangkan menjadi keputusan yang mengikat dan mereka yang ingin mempengaruhi proses yang relevan harus mamapu memperoleh dukungan dari pihak2 laindalam sistem tersebut. Berapa banyak dukungan itu, dari beberap banyak anggota sistem politik dan anggota yang mana, merupakan pertanyaan2 pentinng yang hendak diahas dengan singkat.
Apa yang kita maksud dengan dukungan? Kita dapat mengatakan bahwa A mendukung B bila A bertindak demi atau bersikap menyetujui tujuan2, kepentingan2, dan tindakan2 B. Dengan demikian tingkah laku mendukung ada dua macam. Tingkah laku itu mungkin berwujud tindakan2 yang mendorong pencapaian tujuan, kepentingan, dan tindakan orang lain. Mungkin berujud memberikan suara yang mendukung pencalonan seseorang pemimpin dalam pemilihan umum, atau membela atau mempertahankan suatu keputusan yang dibuat oleh badan yang berwenang. Dalam kasus2 ini, dukungan menyatakan diri dalam bentuk tindakan nyata dan terbuka (overt action).
Sebaliknya, tingkah laku mendukung itu mungkin tidak berujud tindakan yang nampak nyata dari luar, tetapi merupakan tindakan bentuk2 tngkahlaku “batiniah” yang kita sebut pandangan atau suasana pikiran. Menurut pemikiran saya, suasana pikiran yang mendukung (supporttive) merupakan suatu kumpulan sikap2 atau kecenderunagn2 yang kuat, atau suatu kesediaan untuk bertindak demi orang lain. Hal ini terkesan jelas bila kita mengatakn bahwa seseorang setia pada partai tertentu, terikat pada demokrasi, atau bersemangat patriotis. Istilah2 ini jelas menunjuk padasuatu suasana perasaan seseorang tersebut. Dalam tingkat ini memang tidak ada tindakan nyata atau terbuka, tetapi implikasinya jelas bahwa seseorang itu akan melakukan suatu tindakan yang searah dengan sikap itu.
Suasana pemikiran yang bersifat mendukung merupakan imput vital bagi bekerjanya dan pemeliharaan suatu sistem politik. Misalnya, sering dikatakan bahwa perjuangan dialam lingkungan politik internasional melbatkan juga usaha menguasai atau mempengaruhi pemikiran orang2 yang menjadi sasaranya. Sampai suatu tingkat tertentu, ini memang benar. (berupa uasaha2 propaganda dari suatu sistem politik untuk mempengaruhi pemikiran anggota2 sistem politik lain, dan yang semacam itu-Editor). Bila anggota2 suatu sistem politik mengikatkan diri secara erat pada sistemnya atau atau tujutuan2 sistemnya itu, keungkinan bahwa mereka akan berpartisipasi dalam kegiatan politik domestik maupun internasional yang bisa merusak sistemnya sendiri dapat dicegah seminimal mungkin, oleh suatu faktor kuat berupa suasana pemikiran yang mendukung itu. Bahkan dalam menghadapi provokasi yang gencar dan besar2an, suasana pemikiran yang menekankan kesetiaan pada sistem itu dapat dihadapkan menjadi benteng yang tangguh.
Ntuk lebih memahaminya kita perlu mengidentifikasikan mekanisme2 khusus yang menanamkan dan secara ajeg memperkuat sikap2 mendukung di dalam suatu sistem politik. Tetapi sebelumnya marilah kita perinci dan kita teliti sasaran2 politik dalam kaitan dengan usaha memperluas dukungan dalam duatu sistem polittik.
(1.) Wilayah dukungan
Dukungan dimasukkan ke dalam sistem politik dan mengarah pada tiga sasaran: komunitas, rejim, dan pemerintah. Di antara ketiganaya ini harus terdapat konvergensi atau kesatuan sikap, pendapat maupun kehendak. Marilah kita teliti sasaran itu satu-satu.
a.       Komunitas Politik. Tidak satu pun sistem politik yang dapat terus melangsungkan kerjanya kalo anggota2nya tidak bersedia mendukung eksistensi satu kelompok yang berusaha menyelesaikan perbedaan2 atau mendorong pembuatan keputusan2 melalui tindakan2 bersam secara damai. Hal ini sedemikian jelas yang biasnya disebut pertumbuhan kesatuan nasional,sehingga sering kurang diperhatikan, padahal kesatuan itulah yang merupakan prasyarat kelangsungan hidup sistem politik. Untuk gejala ini kita bisa membahas komunitas politik. Pada tingkat dukungan seperti ini, kita tidak mmeperhatikan apakah ada suatu pemerintahan atau apakah terdapat kesetiaan pada suatu tertib konstitusional atau tidak. Untuk saat ini kita hanya mmepertanyakan apakah anggota2 kelompok yang kita selidiki cukup kita berorientasi kesesama angggota satu sama lain dalam menyumbangkan tenaga kolektif mereka demi mencapai penyelesaian secara damai tuntutan2 mereka yang saling berbeda...
b.      Rejim. Dukungan bagi suatu sistem politik juga membantu mmeberikan sumber tenaga untuk tetap bekerjanya sistem tersebut. Segi dari sistem ini saya sebut rejim. Rejim ini terdiri dari semua pengaturan yang mengatur cara menangani tuntutan yang dimasukkan kedalam sistem tersebut dan  cara melaksanakan keputusan. Ini semua adalah yang biasa disebut sebagai “aturan permainan”, dan yang dipakai oleh sebagian besar anggota sistem tersebut sebgai ukuran untuk menilai sah-tidaknya tindakan anggota2 sistem. Tanpa suatu kesatuan sikap dalam dukungan terhadap aturan2 dasar ini yang dalam masyarakat barat disebut azas-azas konstitusional tidak mungkin dicapai keselarasan tindakan2 anggota2 suatu sistem untuk menyelesaikan masalah2 yang timbu akibat dukungan mereka terhadap suatu komunitas politik. Kenyataan adanya usaha untuk menyelesaikan tuntutan2 secara bersama menunjukkan bahawa tentu ada azas2 yang sudah diketahui yang mengatur bagaimana dan di mana penyelesaian tuntutan2 yang berbeda harus dilakukan.
c.       Pemerintah. Bila suatu sistem politik ingin memeiliki kemapuanuntuk menangani tuntutan2 yang saling bertentangan yang dimaskukkan kedalamnya, bukan hanya anggota2nya harus bersedia mendukung penyelesaian konflik2 ini secara bersama dan harus memiliki konsesus tentang aturan permaianan dalam penyelesaian konflik2 itu, tetapi anggota2 sistem itu juga harus bersedia mendukung suatu pemerintahan yang melaksanakan tugas2 kongkrit menyelesaikan konflik2  itu. Bila kita meneliti output dari suatu sistem, kita akan melihat ganjaran (rewards) yang bisa diperoleh oleh suatu pemerintahan untuk mengerahkan dukungan. Di sisni saya hanya ingin mengarahkan perhatian pada adanya kebutuhan suatu pemerintah akan dukungan apabila ia ingin memilih kemampuan untukmmembuat keputusan berdasarkan tuntutan2 yang dianjurkan kepadanya. Sudah tentu, suatu pemerintah dapat menarik dukunagan dengan berbagai cara: melalui bujukan, persetujuan, dan manipulasi. Pemerintah bisa juga memaksakan penyelesaina2 atas tuntutan2 sekalipun tidak mendapat dukungan, yaitu dengan  ancaman penggunaan kekuatan kekerasan. Tetapi sudah menjadi aksioma ilmu politik bahwa sutau pemerintahan yang didasarkan atas penggunaan kekerasan semata2 tidak akan dapat bertahan lama dalam dunia seperti sekarang ini, suatu pemerintah harus membuat landasan bagi posisinya dengan menciptakan suatu suasana pemikiran yang mendukung dikalangan warganegaranya.
Kenyataan bahwa dukungan yang diarahkan pada suatu sistem politik secara konseptual dapat diperinci dalam tiga unsur – yaitu dukungan bagi komunitas, rejim, dan pemerintah. Sudah tentu tidak berarti bahwa dalam kasus konkrit dukungan bagi masing2 sasaran itu saling tidak tergantung. Bisa saja, dan umumnya kita menemui, ketiga jenis dukungan itu berkaitan demikian erat sehingga adanya salah satu jenis dukungan itu merupakan akibat dari adanya satu atau dua jenis dukungan lain.

(2.) Kualitas dan ruang-lingkup dukungan
Berpa banyak dukungan  yang dierlukan oleh suatu sitem dan berap abnyak anggota sistem yang dibutuhakan untuk memberikan dukunagn bila suatu sistem ingin memiliki kemmapuan untuk melakukan pekerjaan merubah tuntutan2 menjadi keputusan2? Tidak ada jawaban sederhana yang dapat dieberikan. Situasi aktual dalam setiap kasus akan menemukan jumlah dan ruang lingkup (scope) yang diutuhkan iu. Tetapi kita bisa menggambarkan sejumlah situasi yang bisa membantu mengarahkan perhatian kita kegeneralisasi2 yang mungkin dibuat.
Dalam keadan2 tertentu sangat sedikit anggota2 sistem yang merasa perlu mendukung suatu sistem. Anggota2 itu mungkin bodoh dan apatis, tidak peduli dengan keseluruhan kerja sistem itu, tidak peduli dengan segala keputusan yang dihasilkan sistem itu. Dalam suatu sistem yang ikatanya longgar seperti yang dimiliki india, sebagian besar anggota sistemnya memiliki suasan apemikiaran sepwrti ini. Baik karena naytanya mereka memang tidak terpengaruh dengan keputusan politik nasional maupun karena tidak merasa terpengaruh oleh keputusan itu. Mera mungkin memiliki sedikit sekali rasa identifikasi dengan rejim, dan pemerintahan yang ada sehingga, dalam hal imput tuntutan, sistem itu bisa menjalankan suatu tindakan berdasar dukungan yang diberikan hanya 3 persen politisi dan intelektual berorientasi –barat yang aktif dalam kehidupan politik. Dengan lain perkataan, kita bisa saja menemui suatu sistem diamana suatu kelompok minoritas kecil bisa memeberikan tenaga pendukung yang secara kuantitatif cukup uuntuk memelihara kehidupan dan bekerjanya sistem itu. Tetapi kita dapat mengajukan hipotesa bahwa di mana anggota2 dari suatu sistem memasukkan sejumlah besar tuntutan, terdapat probabilitas kuat bahwa mereka akan secara aktif memberikan dukungan atau penentangan kepada salah satu dari ketiga tingkatan sistem itu, bergantung pada derajad pemenuhan tuntutan2 ittu melalui keputusan2 yang tepat.
Sebaiknay, kita juga bisa menemukan suatu sistem dimana semua anggotanya memberikan dukungan, tetapi jumlah dukungan itu begitu kecil sehingga mengancam kehidupan salah satu atau semua segi sistem. Barang kali dalam hal ini prancis dijaman moderen merupakan contoh yang klasik. Imput dukungan pada tingkat komunitas politik mungkin memadahi untuk memelihara dan mempertahankan prancis sebagai salah satu unit politik nasional. Tetapi berdasr pengalaman negeri itu selama ini, terdapat keraguan bear tentang apakah anggota2 sistem politik prancis selama ini memberikan sesuatu kecuali tingkat dukungan yang rendah pada rejimnya atau setipap pemerintahan yang ada. Jumlah dukungan yang sangat kecil, walaupun ruang lingkupnaya meluas kesebagian besar penduduk, menyebabkan sistem politik prancis berdiri pada landasan yang kurang kokoh dibanding dengan kasus di india di atas. Di india dukungan yang sangat kecil memiliki ruang lingkup lebih kecil dan kuarang meluas dibanding dengan sistem prancis tetapi jelas lebih aktif atau lebih besar kuantitas dukunagan yang diberikan oleh kelompok minoritas itu. Demikian contoh ini menunjukkan, bahwa jumlah dukungan tidak mesti seimbang dengan luas ruang laingkupnaya.
Dari pembahasan diatas namapak bahwa walaupun anggota2 dari suatu sietem politik bisa memberikan dukunga atau pun tidak memberikan dukungan, artinya menujukkan penentangan atau apatis, nyatanya anggota2 itu bisa, dan bisanya memang, secara serempak terlibat dalam tingkah laku mendukung maupun menentang. Yang harus kita perhatikan adalah neraca perimbangan dukungan itu.






[1] Perbandingan sistem politik, mohtar mas’oed dan colin mac andrews. Gajah Mada University Press, 1993 Yogyarta (cetk ke-12 1993)
[2] Diambil dari David Easton, “An Approach to the Analysis of Political Systems”, dalam  World Politics, Volumme IX, 3(April 1957)

Sabtu, 07 Januari 2017

Refleksi Indonesia 2016 dan Pyoksi Indonesia 2017

bismillahirrohmanirrohim.
 “Refleksi Indonesia 2016 dan Proyeksi Indonesia 2017”

Pengantar.
            Puji syukur Alhamdulillahirobbil alamin, mari selalu kita ucapkan dan kita maknai dengan penuh kesadaran serta ketulusan dalam memuji dan bersyukur atas kehadirat Alloh Azzawajala, Tuhan semesta alam raya. Sungguh hanya manusia – manusia yang angkuh dan sombong yang hidup dimuka bumi ini enggak memuji kebesaran dan keEsaan Alloh Azzawajala, serta bersyukur setiap waktu dan setiap detak jantungnya. Dimana Alloh telah memberikan berjuta – juta rupiah bahkan milyar – milyar atau Triliunan bahkan dolar atau ponsterling, namun yang pasti seluruh kenikmatan yang Alloh anugrahkan kepada kita sangat lah besar dan tak ternilai harganya saat harus dinilai dengan ukuran manusia. Dimana alloh telah berikan mata untuk kita pakai dalam kehidupan sehari – hari, ya mata ini tidak mungkin serta merta kita akan jual atau berikan kepada siapapun orang yang membutuhkan dengan nilai yang rendah bahkan sangat mustahil dalam keadaaan normal akan diberikan begitu saja kepada orang lain, dan masih banyak anggota tubuh lain yang sangat besar niainya yang alloh berikan secara cumah – cumah bagi kita semuanya tanpa harus mengangsur pembayaran pada Alloh Azzawajala. Semoga alloh selalu menambahkan iman dan taqwa kita semuanya amiin.
            Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rosululloh  Solallohualaihi Wassalam, keluarganya, sahabat – sahabatnya, kerabatnya, dan kita semua yang semoga akan termasuk hamba – hamba Alloh Azzawajala yang diakui sebagai umatnya. Semoga Alloh memberikan rahmat dan karunianya kepada kita semuanya didalam menjaga sunahnya, mempelajarinya dan menda’wahkan kepada saudara – saudara kita semua.
            Negara Republik Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak sedunia, dengan luas perairan terluas sedunia, dan merupakan Negara dengan beragam Ras, Suku, Adat istiadat, Bahasa, Kesenian, dll. Juga Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, dari beragam tumbuh – tumbuhan nansubur, aneka satwa dan kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah ruah dari sabang sampai merauke. Dimana itusemuanya tidak dimiliki negara – negara lainya, harus disadari dari sedemikian ragam maka Negara Republik Indonesia ini cukup menajadi cuplikan dunia sesungguhnya untuk menjadikan kehidupan dunia yang harmonis dan hidup makmur penuh kerukunan antar negara.
            Didalam amanah Undang – Undang yang dirumuskan oleh pejuang – pejuang kemerdekaan NKRI telah memiliki rumusan dan gagasan yang sangat besar dan maju untuk kedpan, sehingga sebagai landasan konstitusi telah tercantum asas – asas memikirkan keberlangsungan hidup untuk masa depan bukan hanya didesain untuk memeikirkan bagi kehidupan saat ini. Ditambah Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara dan cita – cita yang harus direalisasiakan, yang kemudian diambil nama Empat Pilar Kebangsaan.
            Indonesia tahun 2016, dimana sejak tahun 1945 secara defa’to dan de jure dunia mengakui Negara Kepulauan Republik Indonesia ini adalah negara yang merdeka. Diman negara merdeka berarti negar tersebut sudah memiliki kebebasan didlam mengatur rumah tangganya sendiri dalam membangun dan mengembangkan potensi kekuatan dan kekayaan negaranya. Dan sebagai negara merdeka maka secara peraturan hendaknya negara merdeka tersebut dilarang dijajah dan di eksploitasi kekayaan Manusianya ataupun alamnya, tanpa persetujuan pemerintahan yang berdiri syah diwilayah Negara Merdeka tersebut. Iya 1945-2016 merupakan rentan waktu yang tak pendek tetapi rentan waktu 71 Tahun paksa Indonesia menyataan diri bebas dari segala bentuk penjajahan dan intimidasi serta exsploitasi. Namu nyatanya ditahun 2016, dizaman era teknologi berkembang pesat dan canggih ini, alhamdulillah penjajhan di negeri ini masih mampu hidup dan tumbuh makmur dan subur. Bukan penjajahan dengan peperangan dan pembantaian rakyat lagi yang dilakukan melainka dengan cara menguasai secara total pusat pusat pasar dan pertambangan yang mengelola (sember daya alam) SDA Negara Republik Indonesia ini tanpa disadari.
            Dalama dekade belakangan ini sudah menjadi tontonan nyata dan jelas bagi rakyat dan warga negara Indonesia yang merasa cinta kepada negara dan wilayahnya untuk keberlangsungan hidup generasi – generasi berikutnya tentu mereka akan mampu melihat dan menerawang kejadian – kejadaian eksploitasi besar – besaran yang terjadi di Negera Republik Indonesia ini dari segala lini. Namuan disari bahwasana itu semua tidak mudah untuk dihentikan dan dirumabah, mengapa karena saat akan melakukan tindakan – tondakan penceghan dan pemberhentian tersebut tentu membutuhkan power atau tenaga yang besar dilingkungan.
            Dengan kondisi keadaan Indonesia masa kini di tahun 2016 ini, maka penulis ingin berupaya membuat gambaran kondisi dan keadaan NKRI. Dimana semangat ini tumbuh dari dalam diri sendiri disaat melihat kenyataan dan realita disetiap detik detik berjalanya waktu, dengan adanya momen Refleksi Indonesia 2016 dan proyeksi indonesia 2017, maka penulis berkeinginan dari apa yang menjadi gundah gulana say sebagai penulis akan menjadi perhatian dan penggugah kembali bagi seluruh pembaca karya tulis ini. Yang kemudian harapanya mmpu menggugah semangat cinta pada NKRI dan persatuan kebersamaan sesama warga negara Indonesia untuk bahu membahu saling memberi dorongan semngat dan bekerjasama dalam menjaga dan melestarikan serta memanfaatkan segala ynag alloh amanahkan kepada kita semuanya secara tepat, se-Bijak - Bijaknya dan se-Adil – Adilnya.
            Semoga Alloh membimbing penulis untuk menyelesaikan karya ini dan memberikan arahan kepada kita semuanya dalam menjalankan amanah ini. Sehingga kita dapat berkumpul kembali di Surga-Nya dan senantiasa dijauhakan dari segala jenis perpecahan, fitnah Dunia, Fitnah Aalam Kubur, fitnah   Akhirat, serta Fitnah Dajjal. Aamiin.

Pembahasan.
            Negara Republik Indonesia pada tahun 2016 ini mulai digenjot untuk mengikuti Ekonomi ASEAN, demikian yang direncanakan para pemimpin bangsa ini. Dengan demikian banyk sektor dituntut untuk berubah oleh presiden melalui para menterinya dari isu SDM indonesia harus ditingkatkan untuk menhadapi persaingan dengan tenaga kerja luar negeri yang akan bebas masuk indonesia. Presiden juga menuntut para pengusaha mandiri indonesia meningkatkan kualitas hasil karyanya agar mampu menembus pasar dunia dan pasar nasional atau lokal, karena saat psar ASEAN disah sahkan maka usaha – usaha kecil dari negara manapun akan bebas masuk ke Negeri Tercinta ini untuk membajirinya, sehingga dengan kualitas yang rendah akan berat untuk bersaing dengan negara lain.
            Namun itu semuanya hanya menjadi berita sesaat, bahkan seakan akan pemerintah ingin membuat rakyatnya syok dan turun mentalya terutama bagi mereka yang memiliki pendidikan rendah dan para pengusaha kecil dan pengrajin dengan modal pas-pasan takut melanjutkan usahanya karena bayangan bersaing dengan pengusaha luar yang menggunakan mesin – mesin canggih dan cepat dalam memproduksisnya dengan kualitas terbaik. Ditamaba bentuk kongkret pemerintah dalam bidang ekonomi ini untuk membangun dan meningkatkan perekonomian rakyat yang masih terkatung - katung dengan modal paspasan untuk mendapatkan subsidi modal dan pembinaan pengembangan produksi dan promosi dipasar Nasinal bahkan Internasional.
            Pada tahun 2016 ini indonesia banyak memulai perubahan yang sangat banyak, dimanan pada tahun ini untuk memenuhi target pendapatan. Indonesia yang dipelopori oleh prsiden dan mentri melakukan langkah – langkah yang sangat besar dari pembangunan Hotel besar besaran dengan memberikan ruang terbuka sebesar – besarnya bagi investor dari Asing, pembukaan besar – besaran pabrik – pabrik dan perkebunan sampai Reklamasi Pantai, dan lain sebagainya. Iya, itu semua memang cukup untuk menunjang yang disebut kemajuan dan menarik minat Turis –Turis manca negara atau Asing datang karena semakin moderenya pembangunan disebuah negara.
            Dimana adanya pembangunan percepatan ini, belum tentu akan membuat rakyat indonesai sednri yang kan mendapatkanya. Terlebih pemodal adalahdari pihak investor Asing, maka sudah pasti pemasukan akan dimiliki oleh sang pemilik saham terbesar. Dan disini secara tidak langsung penindasan akan terjadi, dimana rakyat pribumi akan mendaji pelayan demi kemakmuran penanam modal didalam negeri ini. Karena secara pasti perputran uang akan terjadi diantara pemilik saham tersebut dan rakyat indonesai sendiri akan menjadi penonton, karena tidak mungkin perputaran uang akan turun dari turis ke masyarakat tapi mereka juga akan langsung ke pemilik hotel dan  perusahaan. Yang berarti, dengan adanya itu semua bukan berarti kemiskinan di Indonesai pasti akan berhenti dan terputus, karena bisa jadi akan semakin bertambah karen perputaran uang akan semakin sempit hanya berputar dikalangan pemilik modal semata.
            Didalam pemerintahan dan perpolitikan indonesai. 2016 adalah salah satu sejarah yang baru telah dibentuk kembali untuk masa yang akan datang, dimana dari struktur jajran kementrian yang diresavel setelah  beberapa bulan menduduki kursi jabatan. Dengan komposisi yang demikian, sehingga bnayak memicu persepsi yang beraneka ragam terhadpat tindakan prefentif dari seorang peresiden. Dimana dengan perombakan kabinet kerja atau jajaran kementerian ini dilanjutkan dengan perombakan sistem pelayanan masyarakat yang pada masa presiden sebelumnya telah ada kemudian ikk\ut diresavel dengan brend yang berbeda ala rezim presiden. Dari program BPJS, yang dengan berbagai cakupanya, pemberitaan pencairan dana desa, yang merupakan amanah UU dan lain sebagainya.
            Selain itu indonesia juga merubah diri, dimana dari pemerintahan daerah yang ada kemudian ditahun 2016 ini indonesai diseluruh wilayahnya saling berlomba – lomba membuat pemekaran dari tingkat desa ampai provinsi. Dimana jika harus dinilai secara sepihak maka terkesan agar perebutan kursi pemerintahan dan jabatan bisa diurai, sehingga tidak terfokus pada kursi pemerintahan pusat tetapi lebih terkonsen untuk memenuhi kursi – kursi pemerintahan didaera – daerah tersebut. Mengapa demikian, karena dalam pemecahan satu kabu paten saja, maka akan dibutuhkan setidaknya 50 pejabat, dari SKPD, dan DPR, DPD dan belum ditambah kecamatan dan desa yang bisa bertambah jika jumlah di masaing – masing kabupaten dirasa kurang secara kuantitasnya.
            Pada tahun 2016 sejarah daalam polemik konflik juga begitu besar, meski presiden dengan sedemikian program untum menuju indoesia moderen dan negara maju dikejarnya. Diman konflik itu terjadi didalam lini – lini, Dari kelas terang – terangan sampai perpolitikan, dari kelas kalngan kecil dan rakyat jelata juga ada ditingat pengasa dan borjois. Dengan sistem yang dirancangnya, kemudaian perombakan yang dibuatnya seakan akan itu semua tidak menyentuh dalam hal hal konflik ini. Dimana konflik kejahatan perampokan nyatanya masih berkembang pesat bahkan bukan hanya di daerah miskin dan pelosok seperti lampung, tetapi juga merebah sampai kedaerah pusat pusat perkotaan, seperti tangerang, jogja, bandung dan jakarta sendiri. Dan dengan adanya perubahan kondisi sosial yang membuat kesenjangan sosiala ini akan semakin jauh karena budaya baru investor ini maka bukan tidak mungin akan membuat gep yang besar akan muncul juga, meskipun masalah masalah yang saat ini terjadi belum terselesaikan dengan tuntas. Mengapa karena kesenjangan yang sangat jauh maka akan mudah membuka ruang kecemburuan sosial, membauat rasa iri semakin besar dan merasa dirugikan oleh sekelompok pihak juga mudah saja muncul.
            Belum lagi masalah pemimpin yang melakuakan pelanggaran juga tetap berjalan, ditambah banyaknya daerah baru yang berdiri dan pemerintahan desa yang kalang kabut. Kedudukan MPR yang sudah tidak memeiliki taring juga ikut memeberikan efek, terhadap presiden itu sendiri dan lembaga lainya. KPK, KEPOLISIAN, juga semakin bingug saat dilihat mereka bertugas harus kemana. Kejaksaaan dan Pengadilan yang juga sering dipertontonkan seakan akan tidak memiliki hati nurani dan rasa cinta kepada keadailan. Nilai – Nilai Budaya Bangsa yang mulai diabaikan oleh generasi muda, dimana mereka lebih melirik dan meng copy tendy dan gaya negara eropa yang megah nan modis. Gaya indifidual yang seolah menunjukkan keperkasaan dan kehebatan indifidu, ingin dilihat dan dipuji. Dimana itu membuat nilai nilai khas NKRI diabaikan yang seharusnya saling kebersamaan, toleransi, tegur sapa, hormat menghormati, gotong royong, dan beberapa budaya daerah lainya juga. Terlebih jika harus dilihat dengan Nilai – Nilai Agama Islam sebagai agama mayoritas, maka hari ini dekadensi remaja dan masyarakat sudah terlamapau jauh dari rel Ajaran dan tutunan Alloh SWT sebagai sang pencipta alam semesta yang memberikan batasana batasan dan perintah.

            Dengan kondisi 2016 yang demikian ini, tentu ini adalah tantangan yang harus dihadapi dan dirubah, bukan dihindari, diabaikan bahkan dibiarkan acuh tak acuh. Karena maju mundur sebuah peradaban dan negara maka ditangan pemuda – pemuda sebagai generasi penerus inilah dipegnag dan dititipkan. Maka sudah keharusan untuk menjadikan perbaikan didalam menjaga dan merawat pemuda generasi bangsa.
            Maka kesimpang siuran lembaga pemerintahan harus kembali diperjelas dan ditegakkan, peraturan per Undang – Undangan harus ditetapkan, penegakan Hukum harus ditegakkan sesuai aturan yang dibuat dan ditetapkan, Nilai – Nilai ajaran Agama dan Nilai – Nilai budaya bangsa harus disosialisaikan dan ditanamkan kedalam jati diri seluruh anak muda, pelajar, dan seluruh lapisan rakyat indonesia tanpa terkecuali tua maupun muda.
            Presiden dan kabinet jajaranya, sebagai pemimpin dan penggerak nahkoda NKRI harus membawa dengan penuh kebijakan dan memilih serta memilah kebijakan yang bibuat dalam menerima investor – investor asing yang akan masuk dan menamkan modal di NKRI ini, jangan sampai keelokan kearifan lokal daerah menjdaai saasaran seperti yang terjadi saat ini, jangan sampai Nilai – Nilai budaya bangsa dan Agama yang harus dijadikan Tumbal – Tumbal kekejaman Kapitalisme, dan kaum – kaum bangsawan.
            Harus disadari bagi para pemimpin dan lembaga pemerintahan di indonesia bahwasana negara indonesai adalah negara Demokrasi, dimana memiliki arti, kekuasaan adalah ditangan rakyat bukan ditangan pemangku pemerintahan yang sedang memimpin. Harus diingat mereka duduk bukan semena mena karena keinginan pribadi dan dorongan beberapa kru dan kelompok kepentingan ynag mendukung dan memiliki perjanjian kontrak. Melainkan mereka pejabat pemerintah adalah ditunjuk dan dipilih langsung oleh rakyar Indonesia dalam pemilu, yang LuBerJurDil (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil), maka dengan demikian mereka harus tunduk kepada rakyat, mukan memerintah dan menindas rakyat meski rakyat adalah orang miskin dan orang tak punya kekayaan untuk menyokong mereka dalam melngkahkan kaki naik kekursi pencalonan.
            Gambaran indonesia ditahun 2017 ini masih akan terus berubah untuk perbaikan diri, meskipun keadaannya negara ini harus berjuang dengan sengit bersaing dengan para pemodal pemodal asing dan kau veodal yang berusaha mencapkan akar akar kekuasaannya dalam menguasai lini lini pusat ekonomi di NKRI ini, tetapi dengan masih banyaknya pemuda genersi bangsa yang semakin cinta dan sadar untuk membangun dan menjaga serta berani memberikan keritikan kepada pemerintah dan penegak keadilan untuk menyadarkan mereka agar selalu dijalan yang benar. Mengkeritik disaat mereka salah, dan mengontor didalam setiap kerja dan program yang dibuatnya. Maka dengan ini kontrol terhadap ketidak adailan dan menuju perbaikan akan selalu berjalan.
 
Sekian, Trimakasih.
“Bilahi fii sabililhaq fastabiqul khoirot”
Wassalamulaikum warohmatulloh wabarokatuh.

Nama   : Abdullah Setiadi
No Hp. : 0857 6972 4580