Sabtu, 07 Januari 2017

Refleksi Indonesia 2016 dan Pyoksi Indonesia 2017

bismillahirrohmanirrohim.
 “Refleksi Indonesia 2016 dan Proyeksi Indonesia 2017”

Pengantar.
            Puji syukur Alhamdulillahirobbil alamin, mari selalu kita ucapkan dan kita maknai dengan penuh kesadaran serta ketulusan dalam memuji dan bersyukur atas kehadirat Alloh Azzawajala, Tuhan semesta alam raya. Sungguh hanya manusia – manusia yang angkuh dan sombong yang hidup dimuka bumi ini enggak memuji kebesaran dan keEsaan Alloh Azzawajala, serta bersyukur setiap waktu dan setiap detak jantungnya. Dimana Alloh telah memberikan berjuta – juta rupiah bahkan milyar – milyar atau Triliunan bahkan dolar atau ponsterling, namun yang pasti seluruh kenikmatan yang Alloh anugrahkan kepada kita sangat lah besar dan tak ternilai harganya saat harus dinilai dengan ukuran manusia. Dimana alloh telah berikan mata untuk kita pakai dalam kehidupan sehari – hari, ya mata ini tidak mungkin serta merta kita akan jual atau berikan kepada siapapun orang yang membutuhkan dengan nilai yang rendah bahkan sangat mustahil dalam keadaaan normal akan diberikan begitu saja kepada orang lain, dan masih banyak anggota tubuh lain yang sangat besar niainya yang alloh berikan secara cumah – cumah bagi kita semuanya tanpa harus mengangsur pembayaran pada Alloh Azzawajala. Semoga alloh selalu menambahkan iman dan taqwa kita semuanya amiin.
            Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rosululloh  Solallohualaihi Wassalam, keluarganya, sahabat – sahabatnya, kerabatnya, dan kita semua yang semoga akan termasuk hamba – hamba Alloh Azzawajala yang diakui sebagai umatnya. Semoga Alloh memberikan rahmat dan karunianya kepada kita semuanya didalam menjaga sunahnya, mempelajarinya dan menda’wahkan kepada saudara – saudara kita semua.
            Negara Republik Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak sedunia, dengan luas perairan terluas sedunia, dan merupakan Negara dengan beragam Ras, Suku, Adat istiadat, Bahasa, Kesenian, dll. Juga Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, dari beragam tumbuh – tumbuhan nansubur, aneka satwa dan kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah ruah dari sabang sampai merauke. Dimana itusemuanya tidak dimiliki negara – negara lainya, harus disadari dari sedemikian ragam maka Negara Republik Indonesia ini cukup menajadi cuplikan dunia sesungguhnya untuk menjadikan kehidupan dunia yang harmonis dan hidup makmur penuh kerukunan antar negara.
            Didalam amanah Undang – Undang yang dirumuskan oleh pejuang – pejuang kemerdekaan NKRI telah memiliki rumusan dan gagasan yang sangat besar dan maju untuk kedpan, sehingga sebagai landasan konstitusi telah tercantum asas – asas memikirkan keberlangsungan hidup untuk masa depan bukan hanya didesain untuk memeikirkan bagi kehidupan saat ini. Ditambah Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara dan cita – cita yang harus direalisasiakan, yang kemudian diambil nama Empat Pilar Kebangsaan.
            Indonesia tahun 2016, dimana sejak tahun 1945 secara defa’to dan de jure dunia mengakui Negara Kepulauan Republik Indonesia ini adalah negara yang merdeka. Diman negara merdeka berarti negar tersebut sudah memiliki kebebasan didlam mengatur rumah tangganya sendiri dalam membangun dan mengembangkan potensi kekuatan dan kekayaan negaranya. Dan sebagai negara merdeka maka secara peraturan hendaknya negara merdeka tersebut dilarang dijajah dan di eksploitasi kekayaan Manusianya ataupun alamnya, tanpa persetujuan pemerintahan yang berdiri syah diwilayah Negara Merdeka tersebut. Iya 1945-2016 merupakan rentan waktu yang tak pendek tetapi rentan waktu 71 Tahun paksa Indonesia menyataan diri bebas dari segala bentuk penjajahan dan intimidasi serta exsploitasi. Namu nyatanya ditahun 2016, dizaman era teknologi berkembang pesat dan canggih ini, alhamdulillah penjajhan di negeri ini masih mampu hidup dan tumbuh makmur dan subur. Bukan penjajahan dengan peperangan dan pembantaian rakyat lagi yang dilakukan melainka dengan cara menguasai secara total pusat pusat pasar dan pertambangan yang mengelola (sember daya alam) SDA Negara Republik Indonesia ini tanpa disadari.
            Dalama dekade belakangan ini sudah menjadi tontonan nyata dan jelas bagi rakyat dan warga negara Indonesia yang merasa cinta kepada negara dan wilayahnya untuk keberlangsungan hidup generasi – generasi berikutnya tentu mereka akan mampu melihat dan menerawang kejadian – kejadaian eksploitasi besar – besaran yang terjadi di Negera Republik Indonesia ini dari segala lini. Namuan disari bahwasana itu semua tidak mudah untuk dihentikan dan dirumabah, mengapa karena saat akan melakukan tindakan – tondakan penceghan dan pemberhentian tersebut tentu membutuhkan power atau tenaga yang besar dilingkungan.
            Dengan kondisi keadaan Indonesia masa kini di tahun 2016 ini, maka penulis ingin berupaya membuat gambaran kondisi dan keadaan NKRI. Dimana semangat ini tumbuh dari dalam diri sendiri disaat melihat kenyataan dan realita disetiap detik detik berjalanya waktu, dengan adanya momen Refleksi Indonesia 2016 dan proyeksi indonesia 2017, maka penulis berkeinginan dari apa yang menjadi gundah gulana say sebagai penulis akan menjadi perhatian dan penggugah kembali bagi seluruh pembaca karya tulis ini. Yang kemudian harapanya mmpu menggugah semangat cinta pada NKRI dan persatuan kebersamaan sesama warga negara Indonesia untuk bahu membahu saling memberi dorongan semngat dan bekerjasama dalam menjaga dan melestarikan serta memanfaatkan segala ynag alloh amanahkan kepada kita semuanya secara tepat, se-Bijak - Bijaknya dan se-Adil – Adilnya.
            Semoga Alloh membimbing penulis untuk menyelesaikan karya ini dan memberikan arahan kepada kita semuanya dalam menjalankan amanah ini. Sehingga kita dapat berkumpul kembali di Surga-Nya dan senantiasa dijauhakan dari segala jenis perpecahan, fitnah Dunia, Fitnah Aalam Kubur, fitnah   Akhirat, serta Fitnah Dajjal. Aamiin.

Pembahasan.
            Negara Republik Indonesia pada tahun 2016 ini mulai digenjot untuk mengikuti Ekonomi ASEAN, demikian yang direncanakan para pemimpin bangsa ini. Dengan demikian banyk sektor dituntut untuk berubah oleh presiden melalui para menterinya dari isu SDM indonesia harus ditingkatkan untuk menhadapi persaingan dengan tenaga kerja luar negeri yang akan bebas masuk indonesia. Presiden juga menuntut para pengusaha mandiri indonesia meningkatkan kualitas hasil karyanya agar mampu menembus pasar dunia dan pasar nasional atau lokal, karena saat psar ASEAN disah sahkan maka usaha – usaha kecil dari negara manapun akan bebas masuk ke Negeri Tercinta ini untuk membajirinya, sehingga dengan kualitas yang rendah akan berat untuk bersaing dengan negara lain.
            Namun itu semuanya hanya menjadi berita sesaat, bahkan seakan akan pemerintah ingin membuat rakyatnya syok dan turun mentalya terutama bagi mereka yang memiliki pendidikan rendah dan para pengusaha kecil dan pengrajin dengan modal pas-pasan takut melanjutkan usahanya karena bayangan bersaing dengan pengusaha luar yang menggunakan mesin – mesin canggih dan cepat dalam memproduksisnya dengan kualitas terbaik. Ditamaba bentuk kongkret pemerintah dalam bidang ekonomi ini untuk membangun dan meningkatkan perekonomian rakyat yang masih terkatung - katung dengan modal paspasan untuk mendapatkan subsidi modal dan pembinaan pengembangan produksi dan promosi dipasar Nasinal bahkan Internasional.
            Pada tahun 2016 ini indonesia banyak memulai perubahan yang sangat banyak, dimanan pada tahun ini untuk memenuhi target pendapatan. Indonesia yang dipelopori oleh prsiden dan mentri melakukan langkah – langkah yang sangat besar dari pembangunan Hotel besar besaran dengan memberikan ruang terbuka sebesar – besarnya bagi investor dari Asing, pembukaan besar – besaran pabrik – pabrik dan perkebunan sampai Reklamasi Pantai, dan lain sebagainya. Iya, itu semua memang cukup untuk menunjang yang disebut kemajuan dan menarik minat Turis –Turis manca negara atau Asing datang karena semakin moderenya pembangunan disebuah negara.
            Dimana adanya pembangunan percepatan ini, belum tentu akan membuat rakyat indonesai sednri yang kan mendapatkanya. Terlebih pemodal adalahdari pihak investor Asing, maka sudah pasti pemasukan akan dimiliki oleh sang pemilik saham terbesar. Dan disini secara tidak langsung penindasan akan terjadi, dimana rakyat pribumi akan mendaji pelayan demi kemakmuran penanam modal didalam negeri ini. Karena secara pasti perputran uang akan terjadi diantara pemilik saham tersebut dan rakyat indonesai sendiri akan menjadi penonton, karena tidak mungkin perputaran uang akan turun dari turis ke masyarakat tapi mereka juga akan langsung ke pemilik hotel dan  perusahaan. Yang berarti, dengan adanya itu semua bukan berarti kemiskinan di Indonesai pasti akan berhenti dan terputus, karena bisa jadi akan semakin bertambah karen perputaran uang akan semakin sempit hanya berputar dikalangan pemilik modal semata.
            Didalam pemerintahan dan perpolitikan indonesai. 2016 adalah salah satu sejarah yang baru telah dibentuk kembali untuk masa yang akan datang, dimana dari struktur jajran kementrian yang diresavel setelah  beberapa bulan menduduki kursi jabatan. Dengan komposisi yang demikian, sehingga bnayak memicu persepsi yang beraneka ragam terhadpat tindakan prefentif dari seorang peresiden. Dimana dengan perombakan kabinet kerja atau jajaran kementerian ini dilanjutkan dengan perombakan sistem pelayanan masyarakat yang pada masa presiden sebelumnya telah ada kemudian ikk\ut diresavel dengan brend yang berbeda ala rezim presiden. Dari program BPJS, yang dengan berbagai cakupanya, pemberitaan pencairan dana desa, yang merupakan amanah UU dan lain sebagainya.
            Selain itu indonesia juga merubah diri, dimana dari pemerintahan daerah yang ada kemudian ditahun 2016 ini indonesai diseluruh wilayahnya saling berlomba – lomba membuat pemekaran dari tingkat desa ampai provinsi. Dimana jika harus dinilai secara sepihak maka terkesan agar perebutan kursi pemerintahan dan jabatan bisa diurai, sehingga tidak terfokus pada kursi pemerintahan pusat tetapi lebih terkonsen untuk memenuhi kursi – kursi pemerintahan didaera – daerah tersebut. Mengapa demikian, karena dalam pemecahan satu kabu paten saja, maka akan dibutuhkan setidaknya 50 pejabat, dari SKPD, dan DPR, DPD dan belum ditambah kecamatan dan desa yang bisa bertambah jika jumlah di masaing – masing kabupaten dirasa kurang secara kuantitasnya.
            Pada tahun 2016 sejarah daalam polemik konflik juga begitu besar, meski presiden dengan sedemikian program untum menuju indoesia moderen dan negara maju dikejarnya. Diman konflik itu terjadi didalam lini – lini, Dari kelas terang – terangan sampai perpolitikan, dari kelas kalngan kecil dan rakyat jelata juga ada ditingat pengasa dan borjois. Dengan sistem yang dirancangnya, kemudaian perombakan yang dibuatnya seakan akan itu semua tidak menyentuh dalam hal hal konflik ini. Dimana konflik kejahatan perampokan nyatanya masih berkembang pesat bahkan bukan hanya di daerah miskin dan pelosok seperti lampung, tetapi juga merebah sampai kedaerah pusat pusat perkotaan, seperti tangerang, jogja, bandung dan jakarta sendiri. Dan dengan adanya perubahan kondisi sosial yang membuat kesenjangan sosiala ini akan semakin jauh karena budaya baru investor ini maka bukan tidak mungin akan membuat gep yang besar akan muncul juga, meskipun masalah masalah yang saat ini terjadi belum terselesaikan dengan tuntas. Mengapa karena kesenjangan yang sangat jauh maka akan mudah membuka ruang kecemburuan sosial, membauat rasa iri semakin besar dan merasa dirugikan oleh sekelompok pihak juga mudah saja muncul.
            Belum lagi masalah pemimpin yang melakuakan pelanggaran juga tetap berjalan, ditambah banyaknya daerah baru yang berdiri dan pemerintahan desa yang kalang kabut. Kedudukan MPR yang sudah tidak memeiliki taring juga ikut memeberikan efek, terhadap presiden itu sendiri dan lembaga lainya. KPK, KEPOLISIAN, juga semakin bingug saat dilihat mereka bertugas harus kemana. Kejaksaaan dan Pengadilan yang juga sering dipertontonkan seakan akan tidak memiliki hati nurani dan rasa cinta kepada keadailan. Nilai – Nilai Budaya Bangsa yang mulai diabaikan oleh generasi muda, dimana mereka lebih melirik dan meng copy tendy dan gaya negara eropa yang megah nan modis. Gaya indifidual yang seolah menunjukkan keperkasaan dan kehebatan indifidu, ingin dilihat dan dipuji. Dimana itu membuat nilai nilai khas NKRI diabaikan yang seharusnya saling kebersamaan, toleransi, tegur sapa, hormat menghormati, gotong royong, dan beberapa budaya daerah lainya juga. Terlebih jika harus dilihat dengan Nilai – Nilai Agama Islam sebagai agama mayoritas, maka hari ini dekadensi remaja dan masyarakat sudah terlamapau jauh dari rel Ajaran dan tutunan Alloh SWT sebagai sang pencipta alam semesta yang memberikan batasana batasan dan perintah.

            Dengan kondisi 2016 yang demikian ini, tentu ini adalah tantangan yang harus dihadapi dan dirubah, bukan dihindari, diabaikan bahkan dibiarkan acuh tak acuh. Karena maju mundur sebuah peradaban dan negara maka ditangan pemuda – pemuda sebagai generasi penerus inilah dipegnag dan dititipkan. Maka sudah keharusan untuk menjadikan perbaikan didalam menjaga dan merawat pemuda generasi bangsa.
            Maka kesimpang siuran lembaga pemerintahan harus kembali diperjelas dan ditegakkan, peraturan per Undang – Undangan harus ditetapkan, penegakan Hukum harus ditegakkan sesuai aturan yang dibuat dan ditetapkan, Nilai – Nilai ajaran Agama dan Nilai – Nilai budaya bangsa harus disosialisaikan dan ditanamkan kedalam jati diri seluruh anak muda, pelajar, dan seluruh lapisan rakyat indonesia tanpa terkecuali tua maupun muda.
            Presiden dan kabinet jajaranya, sebagai pemimpin dan penggerak nahkoda NKRI harus membawa dengan penuh kebijakan dan memilih serta memilah kebijakan yang bibuat dalam menerima investor – investor asing yang akan masuk dan menamkan modal di NKRI ini, jangan sampai keelokan kearifan lokal daerah menjdaai saasaran seperti yang terjadi saat ini, jangan sampai Nilai – Nilai budaya bangsa dan Agama yang harus dijadikan Tumbal – Tumbal kekejaman Kapitalisme, dan kaum – kaum bangsawan.
            Harus disadari bagi para pemimpin dan lembaga pemerintahan di indonesia bahwasana negara indonesai adalah negara Demokrasi, dimana memiliki arti, kekuasaan adalah ditangan rakyat bukan ditangan pemangku pemerintahan yang sedang memimpin. Harus diingat mereka duduk bukan semena mena karena keinginan pribadi dan dorongan beberapa kru dan kelompok kepentingan ynag mendukung dan memiliki perjanjian kontrak. Melainkan mereka pejabat pemerintah adalah ditunjuk dan dipilih langsung oleh rakyar Indonesia dalam pemilu, yang LuBerJurDil (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil), maka dengan demikian mereka harus tunduk kepada rakyat, mukan memerintah dan menindas rakyat meski rakyat adalah orang miskin dan orang tak punya kekayaan untuk menyokong mereka dalam melngkahkan kaki naik kekursi pencalonan.
            Gambaran indonesia ditahun 2017 ini masih akan terus berubah untuk perbaikan diri, meskipun keadaannya negara ini harus berjuang dengan sengit bersaing dengan para pemodal pemodal asing dan kau veodal yang berusaha mencapkan akar akar kekuasaannya dalam menguasai lini lini pusat ekonomi di NKRI ini, tetapi dengan masih banyaknya pemuda genersi bangsa yang semakin cinta dan sadar untuk membangun dan menjaga serta berani memberikan keritikan kepada pemerintah dan penegak keadilan untuk menyadarkan mereka agar selalu dijalan yang benar. Mengkeritik disaat mereka salah, dan mengontor didalam setiap kerja dan program yang dibuatnya. Maka dengan ini kontrol terhadap ketidak adailan dan menuju perbaikan akan selalu berjalan.
 
Sekian, Trimakasih.
“Bilahi fii sabililhaq fastabiqul khoirot”
Wassalamulaikum warohmatulloh wabarokatuh.

Nama   : Abdullah Setiadi
No Hp. : 0857 6972 4580

Tidak ada komentar:

Posting Komentar