“Refleksi Indonesia 2016 dan Proyeksi
Indonesia 2017”
Pengantar.
Puji syukur Alhamdulillahirobbil
alamin, mari selalu kita ucapkan dan kita maknai dengan penuh kesadaran serta
ketulusan dalam memuji dan bersyukur atas kehadirat Alloh Azzawajala, Tuhan semesta
alam raya. Sungguh hanya manusia – manusia yang angkuh dan sombong yang hidup
dimuka bumi ini enggak memuji kebesaran dan keEsaan Alloh Azzawajala, serta
bersyukur setiap waktu dan setiap detak jantungnya. Dimana Alloh telah
memberikan berjuta – juta rupiah bahkan milyar – milyar atau Triliunan bahkan
dolar atau ponsterling, namun yang pasti seluruh kenikmatan yang Alloh
anugrahkan kepada kita sangat lah besar dan tak ternilai harganya saat harus
dinilai dengan ukuran manusia. Dimana alloh telah berikan mata untuk kita pakai
dalam kehidupan sehari – hari, ya mata ini tidak mungkin serta merta kita akan
jual atau berikan kepada siapapun orang yang membutuhkan dengan nilai yang
rendah bahkan sangat mustahil dalam keadaaan normal akan diberikan begitu saja
kepada orang lain, dan masih banyak anggota tubuh lain yang sangat besar
niainya yang alloh berikan secara cumah – cumah bagi kita semuanya tanpa harus
mengangsur pembayaran pada Alloh Azzawajala. Semoga alloh selalu menambahkan
iman dan taqwa kita semuanya amiin.
Sholawat serta salam semoga selalu
tercurah kepada Rosululloh
Solallohualaihi Wassalam, keluarganya, sahabat – sahabatnya, kerabatnya,
dan kita semua yang semoga akan termasuk hamba – hamba Alloh Azzawajala yang
diakui sebagai umatnya. Semoga Alloh memberikan rahmat dan karunianya kepada
kita semuanya didalam menjaga sunahnya, mempelajarinya dan menda’wahkan kepada
saudara – saudara kita semua.
Negara Republik Indonesia adalah
negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak sedunia, dengan luas perairan
terluas sedunia, dan merupakan Negara dengan beragam Ras, Suku, Adat istiadat,
Bahasa, Kesenian, dll. Juga Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah,
dari beragam tumbuh – tumbuhan nansubur, aneka satwa dan kekayaan Sumber Daya
Alam yang melimpah ruah dari sabang sampai merauke. Dimana itusemuanya tidak
dimiliki negara – negara lainya, harus disadari dari sedemikian ragam maka
Negara Republik Indonesia ini cukup menajadi cuplikan dunia sesungguhnya untuk
menjadikan kehidupan dunia yang harmonis dan hidup makmur penuh kerukunan antar
negara.
Didalam amanah Undang – Undang yang
dirumuskan oleh pejuang – pejuang kemerdekaan NKRI telah memiliki rumusan dan
gagasan yang sangat besar dan maju untuk kedpan, sehingga sebagai landasan
konstitusi telah tercantum asas – asas memikirkan keberlangsungan hidup untuk
masa depan bukan hanya didesain untuk memeikirkan bagi kehidupan saat ini.
Ditambah Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara dan cita
– cita yang harus direalisasiakan, yang kemudian diambil nama Empat Pilar
Kebangsaan.
Indonesia
tahun 2016, dimana sejak tahun 1945 secara defa’to dan de jure dunia mengakui
Negara Kepulauan Republik Indonesia ini adalah negara yang merdeka. Diman
negara merdeka berarti negar tersebut sudah memiliki kebebasan didlam mengatur
rumah tangganya sendiri dalam membangun dan mengembangkan potensi kekuatan dan
kekayaan negaranya. Dan sebagai negara merdeka maka secara peraturan hendaknya
negara merdeka tersebut dilarang dijajah dan di eksploitasi kekayaan Manusianya
ataupun alamnya, tanpa persetujuan pemerintahan yang berdiri syah diwilayah
Negara Merdeka tersebut. Iya 1945-2016 merupakan rentan waktu yang tak pendek
tetapi rentan waktu 71 Tahun paksa Indonesia menyataan diri bebas dari segala
bentuk penjajahan dan intimidasi serta exsploitasi. Namu nyatanya ditahun 2016,
dizaman era teknologi berkembang pesat dan canggih ini, alhamdulillah penjajhan
di negeri ini masih mampu hidup dan tumbuh makmur dan subur. Bukan penjajahan
dengan peperangan dan pembantaian rakyat lagi yang dilakukan melainka dengan
cara menguasai secara total pusat pusat pasar dan pertambangan yang mengelola (sember
daya alam) SDA Negara Republik Indonesia ini tanpa disadari.
Dalama dekade belakangan ini sudah
menjadi tontonan nyata dan jelas bagi rakyat dan warga negara Indonesia yang
merasa cinta kepada negara dan wilayahnya untuk keberlangsungan hidup generasi
– generasi berikutnya tentu mereka akan mampu melihat dan menerawang kejadian –
kejadaian eksploitasi besar – besaran yang terjadi di Negera Republik Indonesia
ini dari segala lini. Namuan disari bahwasana itu semua tidak mudah untuk
dihentikan dan dirumabah, mengapa karena saat akan melakukan tindakan –
tondakan penceghan dan pemberhentian tersebut tentu membutuhkan power atau
tenaga yang besar dilingkungan.
Dengan
kondisi keadaan Indonesia masa kini di tahun 2016 ini, maka penulis ingin
berupaya membuat gambaran kondisi dan keadaan NKRI. Dimana semangat ini tumbuh
dari dalam diri sendiri disaat melihat kenyataan dan realita disetiap detik
detik berjalanya waktu, dengan adanya momen Refleksi Indonesia 2016 dan
proyeksi indonesia 2017, maka penulis berkeinginan dari apa yang menjadi gundah
gulana say sebagai penulis akan menjadi perhatian dan penggugah kembali bagi
seluruh pembaca karya tulis ini. Yang kemudian harapanya mmpu menggugah
semangat cinta pada NKRI dan persatuan kebersamaan sesama warga negara
Indonesia untuk bahu membahu saling memberi dorongan semngat dan bekerjasama
dalam menjaga dan melestarikan serta memanfaatkan segala ynag alloh amanahkan
kepada kita semuanya secara tepat, se-Bijak - Bijaknya dan se-Adil – Adilnya.
Semoga Alloh membimbing penulis
untuk menyelesaikan karya ini dan memberikan arahan kepada kita semuanya dalam
menjalankan amanah ini. Sehingga kita dapat berkumpul kembali di Surga-Nya dan
senantiasa dijauhakan dari segala jenis perpecahan, fitnah Dunia, Fitnah Aalam
Kubur, fitnah Akhirat, serta Fitnah
Dajjal. Aamiin.
Pembahasan.
Negara Republik Indonesia pada tahun
2016 ini mulai digenjot untuk mengikuti Ekonomi ASEAN, demikian yang
direncanakan para pemimpin bangsa ini. Dengan demikian banyk sektor dituntut
untuk berubah oleh presiden melalui para menterinya dari isu SDM indonesia
harus ditingkatkan untuk menhadapi persaingan dengan tenaga kerja luar negeri
yang akan bebas masuk indonesia. Presiden juga menuntut para pengusaha mandiri
indonesia meningkatkan kualitas hasil karyanya agar mampu menembus pasar dunia
dan pasar nasional atau lokal, karena saat psar ASEAN disah sahkan maka usaha –
usaha kecil dari negara manapun akan bebas masuk ke Negeri Tercinta ini untuk
membajirinya, sehingga dengan kualitas yang rendah akan berat untuk bersaing
dengan negara lain.
Namun itu semuanya hanya menjadi berita
sesaat, bahkan seakan akan pemerintah ingin membuat rakyatnya syok dan turun
mentalya terutama bagi mereka yang memiliki pendidikan rendah dan para
pengusaha kecil dan pengrajin dengan modal pas-pasan takut melanjutkan usahanya
karena bayangan bersaing dengan pengusaha luar yang menggunakan mesin – mesin
canggih dan cepat dalam memproduksisnya dengan kualitas terbaik. Ditamaba
bentuk kongkret pemerintah dalam bidang ekonomi ini untuk membangun dan
meningkatkan perekonomian rakyat yang masih terkatung - katung dengan modal
paspasan untuk mendapatkan subsidi modal dan pembinaan pengembangan produksi
dan promosi dipasar Nasinal bahkan Internasional.
Pada tahun 2016 ini indonesia banyak
memulai perubahan yang sangat banyak, dimanan pada tahun ini untuk memenuhi
target pendapatan. Indonesia yang dipelopori oleh prsiden dan mentri melakukan
langkah – langkah yang sangat besar dari pembangunan Hotel besar besaran dengan
memberikan ruang terbuka sebesar – besarnya bagi investor dari Asing, pembukaan
besar – besaran pabrik – pabrik dan perkebunan sampai Reklamasi Pantai, dan
lain sebagainya. Iya, itu semua memang cukup untuk menunjang yang disebut
kemajuan dan menarik minat Turis –Turis manca negara atau Asing datang karena
semakin moderenya pembangunan disebuah negara.
Dimana adanya pembangunan percepatan
ini, belum tentu akan membuat rakyat indonesai sednri yang kan mendapatkanya.
Terlebih pemodal adalahdari pihak investor Asing, maka sudah pasti pemasukan
akan dimiliki oleh sang pemilik saham terbesar. Dan disini secara tidak
langsung penindasan akan terjadi, dimana rakyat pribumi akan mendaji pelayan
demi kemakmuran penanam modal didalam negeri ini. Karena secara pasti perputran
uang akan terjadi diantara pemilik saham tersebut dan rakyat indonesai sendiri akan
menjadi penonton, karena tidak mungkin perputaran uang akan turun dari turis ke
masyarakat tapi mereka juga akan langsung ke pemilik hotel dan perusahaan. Yang berarti, dengan adanya itu
semua bukan berarti kemiskinan di Indonesai pasti akan berhenti dan terputus,
karena bisa jadi akan semakin bertambah karen perputaran uang akan semakin
sempit hanya berputar dikalangan pemilik modal semata.
Didalam pemerintahan dan
perpolitikan indonesai. 2016 adalah salah satu sejarah yang baru telah dibentuk
kembali untuk masa yang akan datang, dimana dari struktur jajran kementrian
yang diresavel setelah beberapa bulan
menduduki kursi jabatan. Dengan komposisi yang demikian, sehingga bnayak memicu
persepsi yang beraneka ragam terhadpat tindakan prefentif dari seorang
peresiden. Dimana dengan perombakan kabinet kerja atau jajaran kementerian ini
dilanjutkan dengan perombakan sistem pelayanan masyarakat yang pada masa
presiden sebelumnya telah ada kemudian ikk\ut diresavel dengan brend yang
berbeda ala rezim presiden. Dari program BPJS, yang dengan berbagai cakupanya,
pemberitaan pencairan dana desa, yang merupakan amanah UU dan lain sebagainya.
Selain itu indonesia juga merubah
diri, dimana dari pemerintahan daerah yang ada kemudian ditahun 2016 ini
indonesai diseluruh wilayahnya saling berlomba – lomba membuat pemekaran dari
tingkat desa ampai provinsi. Dimana jika harus dinilai secara sepihak maka
terkesan agar perebutan kursi pemerintahan dan jabatan bisa diurai, sehingga
tidak terfokus pada kursi pemerintahan pusat tetapi lebih terkonsen untuk
memenuhi kursi – kursi pemerintahan didaera – daerah tersebut. Mengapa
demikian, karena dalam pemecahan satu kabu paten saja, maka akan dibutuhkan
setidaknya 50 pejabat, dari SKPD, dan DPR, DPD dan belum ditambah kecamatan dan
desa yang bisa bertambah jika jumlah di masaing – masing kabupaten dirasa
kurang secara kuantitasnya.
Pada tahun 2016 sejarah daalam
polemik konflik juga begitu besar, meski presiden dengan sedemikian program
untum menuju indoesia moderen dan negara maju dikejarnya. Diman konflik itu
terjadi didalam lini – lini, Dari kelas terang – terangan sampai perpolitikan,
dari kelas kalngan kecil dan rakyat jelata juga ada ditingat pengasa dan
borjois. Dengan sistem yang dirancangnya, kemudaian perombakan yang dibuatnya
seakan akan itu semua tidak menyentuh dalam hal hal konflik ini. Dimana konflik
kejahatan perampokan nyatanya masih berkembang pesat bahkan bukan hanya di
daerah miskin dan pelosok seperti lampung, tetapi juga merebah sampai kedaerah
pusat pusat perkotaan, seperti tangerang, jogja, bandung dan jakarta sendiri. Dan
dengan adanya perubahan kondisi sosial yang membuat kesenjangan sosiala ini
akan semakin jauh karena budaya baru investor ini maka bukan tidak mungin akan
membuat gep yang besar akan muncul juga, meskipun masalah masalah yang saat ini
terjadi belum terselesaikan dengan tuntas. Mengapa karena kesenjangan yang
sangat jauh maka akan mudah membuka ruang kecemburuan sosial, membauat rasa iri
semakin besar dan merasa dirugikan oleh sekelompok pihak juga mudah saja
muncul.
Belum lagi masalah pemimpin yang
melakuakan pelanggaran juga tetap berjalan, ditambah banyaknya daerah baru yang
berdiri dan pemerintahan desa yang kalang kabut. Kedudukan MPR yang sudah tidak
memeiliki taring juga ikut memeberikan efek, terhadap presiden itu sendiri dan
lembaga lainya. KPK, KEPOLISIAN, juga semakin bingug saat dilihat mereka
bertugas harus kemana. Kejaksaaan dan Pengadilan yang juga sering
dipertontonkan seakan akan tidak memiliki hati nurani dan rasa cinta kepada
keadailan. Nilai – Nilai Budaya Bangsa yang mulai diabaikan oleh generasi muda,
dimana mereka lebih melirik dan meng copy tendy dan gaya negara eropa yang
megah nan modis. Gaya indifidual yang seolah menunjukkan keperkasaan dan
kehebatan indifidu, ingin dilihat dan dipuji. Dimana itu membuat nilai nilai
khas NKRI diabaikan yang seharusnya saling kebersamaan, toleransi, tegur sapa,
hormat menghormati, gotong royong, dan beberapa budaya daerah lainya juga.
Terlebih jika harus dilihat dengan Nilai – Nilai Agama Islam sebagai agama
mayoritas, maka hari ini dekadensi remaja dan masyarakat sudah terlamapau jauh
dari rel Ajaran dan tutunan Alloh SWT sebagai sang pencipta alam semesta yang
memberikan batasana batasan dan perintah.
Dengan kondisi 2016 yang demikian
ini, tentu ini adalah tantangan yang harus dihadapi dan dirubah, bukan
dihindari, diabaikan bahkan dibiarkan acuh tak acuh. Karena maju mundur sebuah
peradaban dan negara maka ditangan pemuda – pemuda sebagai generasi penerus
inilah dipegnag dan dititipkan. Maka sudah keharusan untuk menjadikan perbaikan
didalam menjaga dan merawat pemuda generasi bangsa.
Maka kesimpang siuran lembaga
pemerintahan harus kembali diperjelas dan ditegakkan, peraturan per Undang –
Undangan harus ditetapkan, penegakan Hukum harus ditegakkan sesuai aturan yang
dibuat dan ditetapkan, Nilai – Nilai ajaran Agama dan Nilai – Nilai budaya
bangsa harus disosialisaikan dan ditanamkan kedalam jati diri seluruh anak
muda, pelajar, dan seluruh lapisan rakyat indonesia tanpa terkecuali tua maupun
muda.
Presiden dan kabinet jajaranya,
sebagai pemimpin dan penggerak nahkoda NKRI harus membawa dengan penuh
kebijakan dan memilih serta memilah kebijakan yang bibuat dalam menerima
investor – investor asing yang akan masuk dan menamkan modal di NKRI ini,
jangan sampai keelokan kearifan lokal daerah menjdaai saasaran seperti yang
terjadi saat ini, jangan sampai Nilai – Nilai budaya bangsa dan Agama yang
harus dijadikan Tumbal – Tumbal kekejaman Kapitalisme, dan kaum – kaum
bangsawan.
Harus disadari bagi para pemimpin
dan lembaga pemerintahan di indonesia bahwasana negara indonesai adalah negara
Demokrasi, dimana memiliki arti, kekuasaan adalah ditangan rakyat bukan
ditangan pemangku pemerintahan yang sedang memimpin. Harus diingat mereka duduk
bukan semena mena karena keinginan pribadi dan dorongan beberapa kru dan
kelompok kepentingan ynag mendukung dan memiliki perjanjian kontrak. Melainkan
mereka pejabat pemerintah adalah ditunjuk dan dipilih langsung oleh rakyar
Indonesia dalam pemilu, yang LuBerJurDil (langsung umum bebas rahasia jujur dan
adil), maka dengan demikian mereka harus tunduk kepada rakyat, mukan memerintah
dan menindas rakyat meski rakyat adalah orang miskin dan orang tak punya
kekayaan untuk menyokong mereka dalam melngkahkan kaki naik kekursi pencalonan.
Gambaran indonesia ditahun 2017 ini
masih akan terus berubah untuk perbaikan diri, meskipun keadaannya negara ini
harus berjuang dengan sengit bersaing dengan para pemodal pemodal asing dan kau
veodal yang berusaha mencapkan akar akar kekuasaannya dalam menguasai lini lini
pusat ekonomi di NKRI ini, tetapi dengan masih banyaknya pemuda genersi bangsa
yang semakin cinta dan sadar untuk membangun dan menjaga serta berani
memberikan keritikan kepada pemerintah dan penegak keadilan untuk menyadarkan
mereka agar selalu dijalan yang benar. Mengkeritik disaat mereka salah, dan
mengontor didalam setiap kerja dan program yang dibuatnya. Maka dengan ini
kontrol terhadap ketidak adailan dan menuju perbaikan akan selalu berjalan.
Sekian,
Trimakasih.
“Bilahi fii sabililhaq fastabiqul khoirot”
Wassalamulaikum warohmatulloh wabarokatuh.
Nama : Abdullah Setiadi
No Hp. : 0857 6972
4580
E-mail : setiaabdull@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar